Salam Tribun
BBM Bermasalah, Siapa Salah?
Kisah-kisah pemilik kendaraan yang mesinnya bermasalah setelah mengisi BBM di SPBU juga diterima Tim Tribun Kaltim saat mereka diwawancarai.
Penulis: Sumarsono | Editor: Syaiful Syafar
Demikian juga dari kepolisian yang turun ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk memastikan apakah BBM yang dijual bermasalah atau tidak.
Gubernur bersama perwakilan Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua SPBU yang ada di Kota Samarinda, yakni SPBU Karang Asam, Kecamatan Sungai Kunjang, dan SPBU di Jalan PM Noor, Samarinda.
Baca juga: Rudy Masud Sidak 2 SPBU di Samarinda, Tanggapi Keluhan Masyarakat soal Kendaraan Rusak Usai Isi BBM
Sebelumnya, tim Pertamina dan dari kepolisian, baik Polresta Balikpapan, Polres Kukar, dan Polres Bontang telah melakukan sidak ke beberapa SPBU.
Hasilnya, setelah dilakukan uji sample dan pemeriksaan tangki-tangki timbunan Pertalite dan Pertamax, BBM tidak bermasalah alias aman.
Saat dilakukan pengecekan, tangki tersebut clear and clean atau bebas dari benda-benda lainnya.
Usai sidak, kepada media, Gubernur Rudy juga menyebutkan bahwa semua proses pengiriman BBM mulai dari tangki sampai masuk ke dalam SPBU masih sesuai standar.
Kalau BBM di SPBU tidak bermasalah, jadi motor rusak siapa yang disalahkan.
Mencari "kambing hitam". Mungkin mesin kendaraan bermasalah karena kemasukan air saat banjir.
Pertanyaannya, kalau akibat banjir, seharusnya kendaraan sudah bermasalah tanpa menunggu setelah mengisi BBM di SPBU.
Masyarakat sebenarnya hanya berharap, persoalan BBM bermasalah ini bisa diketahui penyebab dan solusinya apa. Dan yang terpenting, masyarakat tidak was-was lagi mengisi BBM, khususnya Pertamax di SPBU.
Dulu kita khawatir mengisi BBM di penjual eceran, karena takut dicampur air atau minyak tanah.
Nah sekarang, sebaliknya, ada rasa khawatir ketika beli BBM di SPBU.
Pemerintah dalam hal ini Pertamina perlu segera melakukan investigasi, apa sebab musabab kendaraan sebagian masyarakat yang rusak diduga akibat BBM bermasalah ini.
Caranya, tentu memeriksa sampel BBM yang dipakai dan membuat masalah mesin kendaraan itu. Ambil beberapa sampel, lakukan uji lab.
Untuk menentukan penyebab pasti, analisis laboratorium terhadap sampel bahan bakar sangat diperlukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250406_Sumarsono-Pemimpin-Redaksi-Tribun-Kaltim.jpg)