Berita Nasional Terkini
Roy Suryo Beber Kejanggalan Skripsi Jokowi, dari Perbedaan Font hingga tak Ada Lembar Pengesahan
Roy Suryo, mengungkap kejanggalan skripsi Jokowi yang diperlihatkan pihak Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Tapi, kalau ijazahnya sampai hari ini kan nggak ada. Harapannya ditunjukkan biar jelas," urai Andhika, Senin, dilansir TribunSolo.com.
Lebih lanjut, pihak Taufiq menyebut ada beberapa data yang tidak sinkron dari ijazah Jokowi yang beredar, dengan data yang diklaim dirilis oleh UGM.
Baca juga: Isu Matahari Kembar Mencuat Usai Menteri Prabowo Sowan ke Jokowi, Istana: Jangan Dibumbui Politik
Data yang tidak sinkron itu mulai dari pembimbing skripsi hingga penanggalan terbit ijazah yang ditulis sebelum lembar pengesahan skripsi.
"Kami duga palsu. Ada beberapa yang kami sinyalir aneh. Tidak masuk akal. Misalnya seperti yang kami kutip dalam video YouTube Kementerian Sekretariat Negara. Waktu itu berkunjung ke UGM. Pembimbing Pak Kasmujo. Sedangkan dalam surat lembar pengesahan Prof. Achmad Sumitro."
"Yang paling fatal ada ketidaksesuaian ijazah dan lembar pengesahan dari website UGM. Lembar pengesahan 14 November 1985. Tetapi, ijazah yang beredar tanggal 5 November 1985. Apa ya wajar ijazah lebih dulu muncul daripada lembar pengesahan skripsi," tutur Andhika. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Roy Suryo Ungkap Kejanggalan Skripsi Jokowi yang Diperlihatkan UGM: Tak Ada Lembar Pengesahan.
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.