Penggerak Bangsa, Memimpin Nusantara Refleksi Hari Lahir ke 65 Tahun PMII
Penggerak Bangsa, Memimpin Nusantara merupakan tema Harlah tahun ini, menjadi ajakan untuk mempertegas peran strategis PMII
Penggerak Bangsa, Memimpin Nusantara Refleksi Hari Lahir PMII Ke 65 Tahun
Oleh: Prakoso Yudho Lelono, Ketua KPU Kota Balikpapan
Tanggal 17 April 2025 menandai 65 tahun perjalanan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Organisasi ini telah menjadi wadah kaderisasi dan perjuangan mahasiswa untuk turut membentuk dan mengwal arah bangsa, berdasarkan nilai-nilai Keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, Kebangsaan, dan Kemanusiaan.
“Penggerak Bangsa, Memimpin Nusantara,” merupakan tema Harlah tahun ini, menjadi ajakan untuk mempertegas peran strategis PMII dalam proses transisi sejarah bangsa.
Khususnya dalam konteks pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bagi kader PMII di Kalimantan Timur, khususnya di Kota Balikpapan, tema ini terasa sangat dekat dan relevan. Sebab, Balikpapan kini berdiri sebagai kota penyangga utama IKN, yang tentu akan mengalami perubahan sosial, ekonomi, dan politik secara masif.
Perubahan besar tersebut memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum muda terdidik dan terorganisasi seperti kader PMII. Sebagai salah satu organisasi yang mengakar di kalangan mahasiswa, PMII memiliki tanggung jawab moral dan intelektual. Kader kader PMII harus hadir sebagai penggerak perubahan yang berpihak pada nilai-nilai keadilan, inklusivitas, dan keberlanjutan.
Baca juga: 3 Tuntutan PMII dalam Unjuk Rasa di Area Gerbang Tol Balsam Samarinda
Sebagai kader PMII yang kini dipercaya sebagai Ketua KPU Kota Balikpapan, saya melihat secara langsung bagaimana dinamika demokrasi lokal berjalan di Kota tercinta ini.
Suksesi kepemimpinan, baik Pemilu maupun Pilkada di masa yang akan datang bukan hanya kontestasi politik, tetapi juga ajang uji kualitas kesadaran kolektif masyarakat dalam memilih pemimpin yang mampu menavigasi perubahan besar.
Dalam konteks ini, kader PMII diharapkan mampu menjadi bagian dari penguatan literasi demokrasi, mendorong partisipasi cerdas, dan menjadi contoh dalam menjaga integritas.
Demokrasi lokal adalah fondasi penting bagi suksesnya pembangunan nasional. Terlebih di wilayah yang menjadi penopang ibu kota negara.
Oleh sebab itu, kader PMII tak boleh menjauh dari ruang-ruang strategis ini. Keterlibatan aktif dalam komunitas, lembaga, dan pemerintahan daerah adalah salah satu cara mengaktualisasikan nilai ke-PMII-an dalam kehidupan nyata.
Tantangan zaman ke depan tentu tidak ringan. Disrupsi teknologi, derasnya arus informasi, dan menguatnya pragmatisme politik bisa menjadi ancaman serius jika tidak diimbangi dengan kapasitas intelektual dan ketahanan moral.
Maka, PMII harus terus memperkuat proses kaderisasi yang berbasis pada nalar kritis, spiritualitas moderat, dan kepekaan sosial.
Balikpapan sebagai gerbang Nusantara harus menjadi laboratorium kader PMII untuk belajar, berkiprah, dan memberi dampak nyata.
Baca juga: Sejarah 17 April: Didirikannya Organisasi PMII, Harlah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ke-64
Dari kota ini, para kader bisa menyalakan obor kepemimpinan yang berpijak pada nilai, bukan sekadar ambisi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.