Berita Regional Terkini

Vasektomi Trending, Alasan Dedi Mulyadi Dorong Jadikan KB Pria Syarat Terima Beasiswa dan Bansos

Vasektomi trending. Alasan Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar mendorong KB pria menjadi syarat terima beasiswa dan bansos di Jawa Barat.

Editor: Amalia Husnul A
Tribunnews.com/Taufiq Ismail
PERNYATAAN DEDI MULYADI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai mengikuti pelantikan Kepala Daerah di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025). Vasektomi trending usai pernyataan Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar terkait vasektomi dan KB Pria. Alasan Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar mendorong KB pria menjadi syarat terima beasiswa dan bansos di Jawa Barat. (Tribunnews.com/Taufiq Ismail) 

TRIBUNKALTIM.CO - Vasektomi jadi trending hari ini, Selasa (29/4/2025) setelah pernyataan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mendorong KB pria sebagai salah satu syarat mendapatkan beasiswa dan bansos di Jawa Barat.

Dalam pernyataannya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menyebut sejumlah KB Pria termasuk vasektomi.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menyampaikan soal vasektomi dan KB pria ini di hadapan sejumlah menteri.

Hari ini, Selasa (29/4/2025) vasektomi masuk dereta trending topic dan dikaitkan dengan pernyataan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Baca juga: Respons Mendikdasmen Abdul Muti soal Kebijakan Dedi Mulyadi yang Larang Wisuda Siswa di Jawa Barat

Dedi Mulyadi menyebut keikutsertaan dalam program Keluarga Berencana (KB) akan menjadi syarat bagi masyarakat yang ingin menerima berbagai bantuan dari Pemprov Jabar, termasuk beasiswa dan bantuan sosial lainnya. 

Dedi menegaskan, langkah ini diambil agar bantuan dari pemerintah, baik provinsi maupun pusat, bisa didistribusikan secara lebih merata, bukan hanya terpusat pada satu keluarga.

"Seluruh bantuan pemerintah nanti akan diintegrasikan dengan KB. Jangan sampai kesehatannya dijamin, kelahirannya dijamin, tetapi negara menjamin keluarga itu-itu juga," kata Dedi Mulyadi di Bandung, dikutip dari Antara, Senin (28/4/2025).

"Yang dapat beasiswa, yang bantuan melahirkan, perumahan keluarga, bantuan non-tunai keluarga dia, nanti uang negara mikul di satu keluarga," lanjutnya.

Biaya Besar untuk Persalinan Jadi Salah Satu Pertimbangan

Dedi menilai, kebijakan ini merupakan solusi atas fenomena banyaknya keluarga prasejahtera yang melahirkan melalui operasi sesar dengan biaya sekitar Rp25 juta per tindakan.

"Uang segitu bisa untuk bangun rumah kan. Makanya, berhentilah bikin anak kalau tidak sanggup menafkahi dengan baik," ujarnya.

Gagasan ini juga ia sampaikan dalam rapat koordinasi bidang kesejahteraan rakyat bertajuk "Gawé Rancage Pak Kadés jeung Pak Lurah" di Pusdai Jawa Barat.

RESPONS DEDI MULYADI - Potret Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi bereaksi soal kasus dugaan pelecehan yang dilakukan dokter kandungan di Garut, minta izin praktiknya dicabut.(Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi)
PERNYATAAN DEDI MULYADI - Potret Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Vasektomi trending usai pernyataan Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar terkait vasektomi dan KB Pria. Alasan Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar mendorong KB pria menjadi syarat terima beasiswa dan bansos di Jawa Barat. (Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi)

Rapat itu turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Kepala BKKBN Wihaji, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Di hadapan para pejabat, Dedi menegaskan bahwa program KB, khususnya KB pria dengan metode vasektomi (MOP), akan dijadikan syarat menerima bantuan.

Baca juga: Dedi Mulyadi Diancam Dibunuh, Rumahnya Diledakkan dan Anaknya Diculik, Peneror: Tunggu 2 Bulan Lagi

Alasannya, banyak keluarga prasejahtera yang tetap memiliki banyak anak, padahal penghasilan mereka terbatas.

"Pak Menteri, saya tidak tahu kok rata-rata keluarga miskin itu anaknya banyak. Sementara orang kaya susah punya anak. Sampai bayi tabung bayar Rp 2 miliar tetap tidak punya anak," tutur Dedi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved