Sabtu, 25 April 2026

Berita Kaltim Terkini

APDI Kaltim Gelar Sertifikasi Pilot Drone, Dukung Ekosistem Aman dan Terstandar

APDI Kalimantan Timur menggelar sertifikasi pilot drone, dukung ekosistem aman dan terstandar.

Penulis: Nevrianto Hardi Prasetyo | Editor: Diah Anggraeni
HO/APDI Kaltim
SERTIFIKASI PILOT DRONE - Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggelar sertifikasi pilot drone di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Sabtu-Minggu (17-18/5/2025). APDI Kaltim menekankan pentingnya sertifikasi ini agar setiap pilot drone memahami aspek keselamatan, peraturan udara, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.(HO/APDI KALTIM)  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggelar sertifikasi pilot drone di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Sabtu-Minggu (17-18/5/2025).

Tercatat ada sebanyak 10 peserta yang mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi dalam pengoperasian drone secara profesional.

Kegiatan ini ditujukan bagi individu yang ingin mendapatkan legalitas serta pengetahuan teknis dan keselamatan dalam penggunaan drone, baik untuk keperluan hobi, pekerjaan, maupun usaha.

Proses pelatihan dan sertifikasi dipandu oleh dua instruktur berpengalaman, yaitu Rudiyono, S.Sos., M.Si. dan Dr. H. Agus Setiawan, S.Hut., M.P.

Hadir pula Dewan Pakar APDI, Dr. H. Ismail Fahmy Almadi, S.Pi., M.P., yang turut memberikan pengarahan dan penguatan materi serta pengurus APDI Regular Kaltim, Nanda F. P. Putra, S. I. Kom dan Alfian Noor.

“Sertifikasi ini penting agar setiap pilot drone memahami aspek keselamatan, peraturan udara, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Drone bukan hanya alat, tapi juga representasi profesionalisme penggunanya,” ujar Rudi.

Baca juga: Mentan Andi Amran Sulaiman Bekali Petani PPU Drone Hingga Traktor Modern

Sementara itu, Ismail Fahmy menambahkan, “Kami berharap para peserta tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki etika dan pemahaman regulasi yang baik. Ini sangat penting terutama saat drone digunakan dalam kegiatan komersial atau pemetaan.”

Dengan kegiatan ini, APDI menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem drone yang aman, terstandar, dan berkembang di berbagai sektor di Indonesia.

Peserta yang telah mengikuti sertifikasi APDI pada bulan Januari 2025, Swandari Paramita, mengaku tertarik dengan drone dari dunia kampus.

“Tahun 2020 saya bergabung sebagai kepala Pusat Penelitian LP2M Unmul dan mulai kenal dengan Pak Yohanes Budi Sulistioadi, Ph.D, kepala ousat juga di LP2M. Kebetulan dia saat itu adalah sekjen APDI (Asosiasi Pilot Drone Indonesia) Kaltimtara. Tahun 2021 kami mengerjakan riset bersama dengan penugasan LP2M di Hutan Adat Hemaq Beniung Kubar," katanya.

"Di situ saya  mulai kenal dengan tim lainnya, Pak Budi yang memakai drone untuk  mapping hutan adat di sana. Dari sana saya mulai diajarkan menerbangkan drone dan sebagainya hingga akhirnya awal tahun 2025, saya diminta serius oleh teman saya tersenut untuk mengikuti sertifikasi pilot drone,” lanjut Swandari Paramita yang berprofesi sebagai dokter sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran Unmul.

Baca juga: Viral! Petugas Damkar Posko 1 Lakukan Penyelamatan Drone Jatuh di Sungai Mahakam Teras Samarinda

Lanjut Dokter Swandari menuturkan, hal menarik saat ujian dengan APDI adalah dirinya menjadi peserta terbaik ketiga ketika ujian praktik.

“Instrukturnya bilang kalau saya mampu mendaratkan drone dengan tepat dan mulus di titik asal. Sepertinya saya samakan dengan proses menyuntik ke pasien yang harus tepat sasaran,”katanya.

Dokter Swandari menambahkan, setelah sertifikasi APDI, sejak  bulan lalu dirinya  juga mulai tergabung dengan Tim Mitigasi dan Emergency Response APDI yang nasional dan merasakan manfaatnya.

“Sepertinya ini lebih nyambung dengan background saya yang dokter. Drone tentunya banyak berguna di kawasan terdampak bencana. Selain itu, saya juga mulai join research dgn kolega-kolega dosen yang lebih ahli menggunakan drone untuk pemetaan," ujar Swandari. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved