Pertamax Kosong di Balikpapan

Warga Balikpapan Antre BBM, 7 Poin Kesepakatan Pertamina dengan DPRD, Siap Minta Maaf

Warga Balikpapan antre BBM, 7 poin kesepakatan Pertamina dengan DPRD, siap bertanggung jawab dan minta maaf

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Amalia Husnul A
TribunKaltim.co/Dwi Ardianto
KELANGKAAN BBM DI BALIKPAPAN - Suasana antrean BBM di salah satu SPBU di Balikpapan, Selasa (204/2025). Warga Balikpapan antre BBM, 7 poin kesepakatan Pertamina dengan DPRD, siap bertanggung jawab dan minta maaf. (TribunKaltim.co/Dwi Ardianto) 

TRIBUNKALTIM.CO - Warga Balikpapan antre berjam-jam di SPBU demi mendapatkan BBM dalam dua hari terakhir.

Sejak dini hari, antrean panjang terlihat di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), terutama di SPBU MT Haryono, salah satu titik yang mengalami lonjakan antrean terparah.

Kondisi ini dipicu oleh kelangkaan BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo yang telah terjadi sejak Sabtu lalu (17/5/2025).

Akibatnya, warga yang sangat membutuhkan BBM untuk keperluan harian, terutama para pekerja, terpaksa harus mengantre sejak dini hari di bawah guyuran hujan.

Baca juga: Berikut 7 Kesepakatan Pertamina dan DPRD Balikpapan Cara Selesaikan BBM Langka

“Saya antre dari jam 5 pagi, meskipun hujan deras tetap bertahan. Kalau nggak dapat bensin, saya nggak bisa kerja,” ungkap Asnawiah, seorang pengendara motor yang ditemui di SPBU MT Haryono.

Antrean kendaraan mengular hingga ke depan Kantor Dinas Catatan Sipil.

Bahkan, sepeda motor mengisi hampir seluruh ruas jalan hingga empat baris dari arah Terminal Balikpapan Permai menuju SPBU.

Kondisi ini menyebabkan kemacetan parah di sepanjang Jalan MT Haryono khusus depan SPBU.

Keluhan juga datang dari warga lain yang mempertanyakan ironi yang terjadi di Kota Balikpapan—kota yang selama ini dikenal sebagai "kota minyak", namun justru kekurangan pasokan BBM.

“Aneh saja. Balikpapan ini kan kota minyak, tapi BBM-nya kosong. Minyaknya ke mana?” ujar Anton, salah satu warga yang juga mengantre BBM sambil berlindung di balik jas hujan.

Beberapa pengendara bahkan memilih tidur di dalam mobil karena kehabisan BBM dan tidak kebagian giliran malam sebelumnya.

“Saya sudah antre dari jam 8 malam, tapi saat sampai di depan SPBU, petugas bilang tutup karena mereka kelelahan. Sejak pagi terus melayani kendaraan,” ujar Muhammad, warga yang mengantre di SPBU MT Haryono, Selasa (20/5/2025) dini hari.

KELANGKAAN BBM - Anggota DPRD Balikpapan meluapkan amarahnya dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) yang menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax di Kota Minyak, pada Selasa (20/5/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA)
KELANGKAAN BBM DI BALIKPAPAN - Anggota DPRD Balikpapan meluapkan amarahnya dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) yang menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax di Kota Balikpapan, Selasa (20/5/2025). Warga Balikpapan antre BBM, 7 poin kesepakatan Pertamina dengan DPRD, siap bertanggung jawab dan minta maaf (TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA)

Antrean pun semakin padat menjelang Subuh, bahkan antrean terjadi dikedua arah jalan yang berlawanan.

Pantauan TribunKaltim.co, sejak pukul 04.00 WITA, barisan kendaraan semakin mengular dan mulai mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.

Baca juga: DPRD Balikpapan Bersitegang dengan Pertamina saat RDP Bahas Kelangkaan BBM di Kota Minyak

Kelangkaan ini terjadi lantaran BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Turbo mengalami kekosongan hampir di seluruh SPBU di Balikpapan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved