Berita Nasional Terkini
Puji Pendidikan Karakter Program Dedi Mulyadi, Kak Seto Minta Daerah Lain Tidak Segan untuk Meniru
Puji pendidikan karakter program Dedi Mulyadi, Kak Seto minta daerah lain tidak segan untuk meniru.
Penulis: Rita Noor Shobah | Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO - Puji pendidikan karakter program Dedi Mulyadi, Kak Seto minta daerah lain tidak segan untuk meniru.
Pendidikan karakter ala Dedi Mulyadi yang memasukkan siswa ke barak militer menuai pujian namun juga kritik.
Tak sedikit yang mendukung program Gubernur Jawa Barat ini.
Satu di antaranya adalah Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto.
Kak Seto mengomentari positif pendidikan karakter terhadap siswa yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Baca juga: Momen Haru Tangis Dedi Mulyadi Pecah Saat Peluk Siswa di Barak TNI: Akhirnya Waktu yang Menjawab
Ratusan peserta telah menyelesaikan pendidikan karakter di barak TNI. Mereka akan kembali ke sekolah dan rumah masing-masing.
Pelepasan peserta pendidikan berkarakter itu dilakukan di Halaman Gedung Sate, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Selasa (20/5/2025).
Kak Seto yang turut hadir dalam acara itu mengatakan, program pendidikan berkarakter Panca Waluya ini dapat dipraktikkan di daerah lain.
Seto yang dalam beberapa kesempatan datang melihat langsung ke Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menilai banyak hasil positif dari angkatan pertama program ini.
"Sangat bagus dan mari kita tanya kepada anak. Salah satu hak anak, didengar pendapatnya. Kalau ini baik untuk mereka, silakan, karena ada unsur hak anak, tapi ada juga unsur kewajiban anak," ujar Seto, Selasa.
Baca juga: Dedi Mulyadi Minta KPAI Jangan Hanya Komentar soal Siswa di Barak Militer, Ambil Peran Mendidik Anak
Dari hasil pantauannya di lokasi pendidikan, menurutnya, program tersebut juga mengajarkan kewajiban anak menghormati guru dan orangtua, jauh dari unsur militerisme seperti yang dikritik banyak pihak.
"Artinya dipadukan dengan unsur bermain, yel-yel. Positif. Artinya anak betul-betul menunjukkan. Ada beberapa anak sujud pada ibunya. Ini prestasi," katanya.
Terkait kritik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap program tersebut, menurutnya, setiap masukan dan kritik harus bisa diterima oleh Pemprov Jawa Barat.
Baca juga: Dedi Mulyadi Disebut Ingin Buat Sistem Kerajaan di Jawa Barat, Fraksi PDIP: Makanya Tak Butuh DPRD
"Karena ini semua untuk kepentingan terbaik bagi anak agar mereka dapat tumbuh dan kembang optimal. Satu sisi ada hak untuk tumbuh dan berkembang, sisi lain ada hak dilindungi dari kemungkinan kekerasan, pemaksaan, eksploitasi, dan sebagainya," katanya.
Seto pun menyarankan agar daerah lain tak segan untuk mengadopsi program serupa di daerah masing-masing.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.