Salam Tribun
Banjir di Kaltim dan Kerusakan Lingkungan
Salah satu alasan, Kalimantan Timur ditunjuk sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru adalah, karena daerah ini bebas dari ancaman gempa dan banjir.
Penulis: Sumarsono | Editor: Heriani AM
Oleh: Sumarsono, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim
SALAH satu alasan, Kalimantan Timur ditunjuk sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru adalah, karena daerah ini bebas dari ancaman gempa dan banjir. Bisa jadi, kawasan IKN saat ini memang aman dari banjir.
Namun, kalau kita lihat realita yang terjadi, hampir di beberapa wilayah sekitar IKN mengalami banjir.
Banua Etam –sebutan Provinsi Kalimantan Timur kini sudah termasuk daerah yang rawan terhadap banjir dan tanah longsor, terutama saat musim penghujan.
Kabupaten/kota di Kalimantan Timur ini rawan terhadap banjir, karena kondisi geografis yang sebagian besar dataran rendah.
Wilayah Berau, Kutai Timur, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, hingga Kutai Barat dan Mahulu kerap mengalami banjir disertai tanah longsor.
Baca juga: Balikpapan Pakai Anggaran tak Terduga, Bendali Ampal Hulu Solusi Penanganan Banjir
Bencana banjir ini apakah datang begitu saja?
Tentu tidak, ini pertanda alam mulai marah, karena kerusakan hutan dan lingkungan di Kalimantan Timur.
Banjir dan kerusakan lingkungan memiliki hubungan yang sangat erat. Hampir pasti rusaknya lingkungan akan memicu benjir dan longsor.
Penggundulan hutan misalnya, dapat meningkatkan aliran permukaan air dan mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air. Imbasnya, banjir akan terjadi dimana-mana.
Belum lagi pembukaan lahan dengan cara membabat pohon-pohon yang selama ini menjadi penahan laju air menambah parahnya banjir.
Faktor perubahan pola curah hujan dan peningkatan intensitas hujan dapat menyebabkan banjir.
Dan perubahan iklim ini pun tidak terjadi begitu saja. Melainkan karena kerusakan lingkungan yang semakin masif, sehingga cuaca menjadi tidak menentu.
Suhu yang semakin panas, tanah menjadi kering.
Pembangunan infrastruktur yang tidak mempertimbangkan faktor lingkungan juga dapat meningkatkan risiko banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250528_Apresiasi-dari-Tribun-Kaltim.jpg)