Jumat, 12 Juni 2026

Salam Tribun

Banjir di Kaltim dan Kerusakan Lingkungan

Salah satu alasan, Kalimantan Timur ditunjuk sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru adalah, karena daerah ini bebas dari ancaman gempa dan banjir.

Tayang:
Penulis: Sumarsono | Editor: Heriani AM
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
PEMRED TRIBUN KALTIM - Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim, Sumarsono. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

Oleh: Sumarsono, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim

SALAH satu alasan, Kalimantan Timur ditunjuk sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru adalah, karena daerah ini bebas dari ancaman gempa dan banjir. Bisa jadi, kawasan IKN saat ini memang aman dari banjir.

Namun, kalau kita lihat realita yang terjadi, hampir di beberapa wilayah sekitar IKN mengalami banjir. 

Banua Etam –sebutan Provinsi Kalimantan Timur kini sudah termasuk daerah yang rawan terhadap banjir dan tanah longsor, terutama saat musim penghujan.

Kabupaten/kota di Kalimantan Timur ini rawan terhadap banjir, karena kondisi geografis yang sebagian besar dataran rendah. 

Wilayah Berau, Kutai Timur, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, hingga Kutai Barat dan Mahulu kerap mengalami banjir disertai tanah longsor.

Baca juga: Balikpapan Pakai Anggaran tak Terduga, Bendali Ampal Hulu Solusi Penanganan Banjir

Bencana banjir ini apakah datang begitu saja?

Tentu tidak, ini pertanda alam mulai marah, karena kerusakan hutan dan lingkungan di Kalimantan Timur.

Banjir dan kerusakan lingkungan memiliki hubungan yang sangat erat. Hampir pasti rusaknya lingkungan akan memicu benjir dan longsor.

Penggundulan hutan misalnya, dapat meningkatkan aliran permukaan air dan mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air. Imbasnya, banjir akan terjadi dimana-mana.

Belum lagi pembukaan lahan dengan cara membabat pohon-pohon yang selama ini menjadi penahan laju air menambah parahnya banjir. 

Faktor perubahan pola curah hujan dan peningkatan intensitas hujan dapat menyebabkan banjir.

Dan perubahan iklim ini pun tidak terjadi begitu saja. Melainkan karena kerusakan lingkungan yang semakin masif, sehingga cuaca menjadi tidak menentu.

Suhu yang semakin panas, tanah menjadi kering.

Pembangunan infrastruktur yang tidak mempertimbangkan faktor lingkungan juga dapat meningkatkan risiko banjir.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved