Berita Internasional Terkini

Perang Iran-Israel, Selat Hormuz di Mana? Dampak Jika Teheran Tutup Jalur Perdagangan Minyak Dunia

Perang Iran-Israel, Selat Hormuz di mana? Dampak jika Teheran menutup jalur perdagangan minyak yang vital di dunia.

Editor: Amalia Husnul A
Google Maps
PERAN IRAN-ISRAEL - Lokasi Selat Hormuz yang kini menjadi sorotan di tengah perang Iran-Israel. Dampak perang Iran-Israel kini menimbulkan kekhawatiran soal penutupan Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak paling vital di dunia. Selat Hormuz di mana? Dampak jika Teheran menutup jalur perdagangan minyak yang vital di dunia. (Google Maps) 

Saat itu, Iran gagal total menutup Selat Hormuz, tetapi secara signifikan menaikkan premi asuransi pengiriman dan menciptakan kemacetan maritim yang mahal di jalur keluar Teluk.

Kemampuan militer Iran

Dua hari sebelum serangan udara Israel menghantam Teheran dan menewaskan Komandan Korps Garda Revolusi Iran Mayor Jendral Hossein Salami dia berkunjung ke markas Angkatan Laut di Selat Hormuz.

Ia menggambarkan Teluk Persia dan sekelilingnya sebagai salah satu zona pertahanan Iran yang kritis.

Secara spesifik, ia menunjuk pada kapal-kapal peluncur rudal yang mampu menempuh perjalanan sejauh 10 km di bawah tiga menit.

Jenderal Salami menyampaikan kapal serang cepat, kapal tempur yang lebih berat, dan rudal akan diaktifkan dalam operasi pertahanan.

Ia juga menyoroti ranjau laut penghancur kapal sebagai salah satu senjata paling menentukan dalam perang di laut.

Salami juga mengatakan drone angkatan laut telah diperluas jangkauannya dan keragamannya.

Prediksi pakar

Para ahli memperkirakan cara Iran paling efektif untuk menghentikan sekitar 3.000 kapal yang berlayar tiap bulan melalui Selat Hormuz adalah dengan menebar ranjau menggunakan kapal serang cepat dan kapal selam.

Angkatan Laut Iran dan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran berpotensi menyerang kapal perang asing dan kapal komersial.

Akan tetapi, kapal militer besar tersebut bisa juga menjadi sasaran empuk serangan udara Israel dan AS.

Kapal cepat Iran kerap dilengkapi dengan rudal anti-kapal, dan negara itu juga mengoperasikan kapal reguler, kapal perang hibrid, dan kapal selam.

Saat ini, situs pelacakan maritim yang menggunakan citra satelit melaporkan pergerakan kapal militer Iran di dekat perbatasan laut bagian selatan.

Penelitian lembaga kajian Vortexa mengindikasikan bahwa ekspor minyak mentah dari Arab Saudi mencapai sekitar enam juta barel per hari melalui jalur Selat Hormuz.

Jumlah ini melebihi pengiriman dari negara-negara lain di kawasan tersebut. China, India, Jepang, dan Korea Selatan masuk di antara importir teratas minyak mentah.

EIA memperkirakan bahwa pada 2022, sekitar 82 persen minyak mentah dan kondensat (hidrokarbon cair berkepadatan rendah yang mirip gas alam) melintasi selat menuju ke negara-negara di Asia.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved