Salam Tribun

Sekolah Rakyat Kurang Merakyat

SALAH satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan gratis.

Penulis: Sumarsono | Editor: Briandena Silvania Sestiani
DOK PRIBADI
PEMRED TRIBUN KALTIM - Sumarsono, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim. (DOK PRIBADI) 

Oleh: Sumarsono, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim

SALAH satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan gratis.

Yakni melalui program SMA Unggulan Garuda dan Sekolah Rakyat.

Khusus untuk Sekolah Rakyat dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu alias miskin.

Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan gratis dengan kualitas terjamin bagi anak-anak dari keluarga kategori miskin dengan menerapkan sistem boarding school atau asrama.

Baca juga: Sekolah Rakyat di PPU Kaltim Masuk Tahapan Perencanaan Fisik, Target Operasi Juli 2026

Nantinya siswa akan masuk asrama dan semua kebutuhannya ditanggung pemerintah.

Mulai tahun ini, pemerintah akan membangun 200 Sekolah Rakyat tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Termasuk Kalimantan Timur akan mendapatkan alokasi 5 Sekolah Rakyat, terdiri 2 sekolah di Samarinda, 1 sekolah di Kutai Kartanegara, 1 sekolah di Penajam Paser Utara (PPU) dan 1 sekolah di Berau.

Program Sekolah Rakyat sebenarnya sudah ada di era awal kemerdekaan. Saat itu Sekolah Rakyat atau SR setingkat dengan Sekolah Dasar (SD).

Masa sekolah SR tiga tahun, dan kemudian diperpanjang menjadi empat tahun. Dalam perjalanannnya berkembang menjadi enam tahun.

Siswa tidak dikenakan biaya sekolah (gratis).

Keberadaan Sekolah Rakyat ini tentu kita sambut dengan gembira. Tidak ada alasan lagi bagi masyarakat tidak mampu untuk tidak menyekolahkan anaknya.

Pemerintah telah memberikan fasilitas, mulai biaya sekolah hingga biaya hidup sehari-harinya, karena siswa tinggal di asrama.

Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat di Samarinda dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2025 atau Tahun Ajaran Baru 2025.

Program ini dipastikan telah memenuhi kuota 100 peserta didik dari kalangan miskin ekstrem yang terseleksi berdasarkan data terverifikasi Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca juga: Sekolah Rakyat Jangan Sampai Lepas Sasaran, Dewan Pendidikan Kaltim Beber Baru Samarinda yang Siap

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved