Berita Samarinda Terkini

SMP Negeri 13 Samarinda Terima 272 Siswa, Jadi Favorit Warga Lempake

Memasuki tahun ajaran 2025/2026, SMP Negeri 13 Samarinda membuka delapan rombongan belajar (rombel) untuk siswa baru. 

TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
TAHUN AJARAN BARU - Para siswa baru SMPN 13 Samarinda berkeliling sekolah bersama anggota OSIS untuk mengenal setiap ruangan yang ada di lingkungan sekolah. Senin (14/7/2025) SMPN 13 Samarinda buka 8 rombel tahun ajaran ini dengan penambahan kapasitas siswa per kelas menjadi 34 orang. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, SMP Negeri 13 Samarinda membuka delapan rombongan belajar (rombel) untuk siswa baru. 

Sekolah yang berlokasi di Jalan Sukorejo No. 37, Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda Kalimantan Timur ini menjadi satu-satunya SMP negeri di wilayah tersebut, sehingga menjadi pilihan utama masyarakat sekitar.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 13 Samarinda, Suhadiyono, menjelaskan bahwa mayoritas calon peserta didik berasal dari lingkungan sekitar Lempake

"Ya, kebanyakan siswa di Lempake ini rujukannya ke 13 karena satu-satunya sekolah SMP negeri di Lempake ya di sini," ujar Suhadiyono, Senin (14/7/2025).

Baca juga: Orangtua di Samarinda Pastikan Anaknya Sarapan Dahulu Sebelum Berangkat ke Sekolah

Pada tahun ini, SMP Negeri 13 menerima siswa baru sebanyak 272 siswa.

Penambahan jumlah siswa ini juga berdampak pada penyesuaian jumlah siswa per kelas, dari sebelumnya 32 siswa menjadi 34 siswa.

Total delapan kelas yang dibuka mulai dari  7A hingga 7H.

Peningkatan jumlah siswa tidak terlepas dari pesatnya pertumbuhan pemukiman di kawasan Lempake.

Baca juga: Kiat Sukses Wali Kelas di SD Negeri Samarinda, Hadapi Tantangan Awal Sekolah

Sejumlah kompleks perumahan baru seperti Perumahan Korem turut menambah jumlah calon peserta didik yang mendaftar ke SMPN 13.

"Sekitar sini kan sekarang banyak perumahan juga, Mas. Perumahan Korem, perumahan sini. Jadi, siswa itu tambah banyak. Jadi, kasihan yang jauh-jauh itu. Makanya kita up lagi," jelas Suhadiyono.

Meski kuota telah disiapkan secara maksimal, Suhadiyono mengungkapkan bahwa tidak semua siswa yang diterima melakukan daftar ulang.

Beberapa memilih untuk pindah ke sekolah swasta atau ke pondok pesantren.

Baca juga: 128 Siswa Baru SDN 012 Samarinda Utara Mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

"Kemarin itu ada sekitar 11 anak mungkin tidak daftar ulang. Itu ada yang pindah ke swasta, ada yang ke pondok, gitu," katanya.

Dalam upaya mendukung pendidikan yang inklusif, SMP Negeri 13 tahun ini kembali menerima satu siswa inklusi, sama seperti tahun sebelumnya.

Sekolah ini terus membuka ruang pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga mereka bisa berbaur dan berkembang bersama teman-teman sekelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved