Berita Penajam Terkini
Peluh Kecil di Ujung Pelabuhan Klotok Penajam PPU
Pagi masih pagi. Di dermaga kayu, suara klotok mulai terdengar pelan di Pelabuhan Klotok Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
Jika sepi, terkadang hanya bisa membawa pulang Rp50 hingga Rp80 ribu.
Meski suaranya tidak selantang deburan ombak dan mesin klotok, sorot matanya tetap bercerita.
Tentang seragam sekolah anak yang katanya gratis tapi tak kunjung dibagikan, tentang dapur yang harus terus mengepul, tentang kerja keras, tentang harga diri.
Adil tak sendiri.
Di dalam kapal klotok duduk termenung seorang laki-laki paruh baya, Jumain.
Tangan kanannya meraih kayu kemudi yang sudah berkali-kali dicat ulang.
Jumain adalah salah satu motoris klotok, yang telah bekerja selama 40 tahun.
Mengarungi perairan Penajam-Balikpapan, bersahabat dengan gelombang, cuaca terik dan hujan.
Setiap pagi, sebelum mentari mengusir kabut dari permukaan Teluk Balikpapan, ia sudah berdiri di buritan klotoknya.
Klotok itu sederhana.
Catnya mengelupas, atapnya bocor jika hujan datang.
Tapi di atas geladak itulah, ia mengangkut ibu-ibu yang menjinjing sayur, pekerja yang kelelahan, dan lelaki tua yang hendak berobat ke seberang.
Baca juga: Tol IKN Dibuka Fungsional, Pengelola Kapal Klotok Balikpapan Kaltim Sebut Belum Berdampak
Ia tak pernah berharap jadi pahlawan. Namun bagi banyak orang, suara klotok nomor 26, adalah tanda bahwa hidup masih berjalan.
"Hari ini dapat aja Alhamdulillah," ucapnya.
Di luar pelabuhan, saat klakson kapal bersahutan dengan debur ombak, satu suara lain tak kalah penting: deru motor tua milik Wanta, tukang ojek pelabuhan yang setia menanti penumpang sejak subuh.
| Pemkab PPU Kaji Dampak ASN WFH, Hitung Penghematan BBM hingga Listrik |
|
|---|
| 800 Sambungan Air Gratis Disiapkan untuk Warga Berpenghasilan Rendah di PPU |
|
|---|
| Ada Lomba Satkamling, Warga Babulu Penajam Paser Utara Antusias Ronda Malam |
|
|---|
| Review Utang PPU Rp221 Miliar, Inspektorat Beberkan Banyak Dokumen Bermasalah |
|
|---|
| DPRD PPU Kritik Realisasi Pendapatan 2025, Target Rp2,41 Triliun Tak Tercapai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250801-Pelabuhan-Penyebrangan-Penajam.jpg)