Berita Kutim Terkini
Polemik Sidrap, Ketua DPRD Kutim Tegaskan Status Hukum dan Soroti Dugaan Pelanggaran Administrasi
Polemik batas wilayah Sidrap-Bontang makin kompleks, merembet ke isu administrasi kependudukan dan peluang kerja
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Amelia Mutia Rachmah
"Alasan warga memilih ber-KTP Bontang, Pemkot Bontang punya regulasi sendiri terkait penerimaan tenaga kerja lokal," imbuhnya.
Sehingga, agar bisa bekerja di Kota Bontang, kebanyakan warga memilih pindah KTP Bontang.
Padahal, banyak juga warga ber-KTP Bontang bekerja di perusahaan yang ada di wilayah Kutai Timur, misalnya di PT Indominco yang berada di Kecamatan Teluk Pandan.
Diberitakan sebelumnya, hasil mediasi Gubernur Kaltim, Rudi Masud terkait usulan Pemkot Bontang kepada Pemkab Kutkm agar Dusun Sidrap masuk ke Kota Bontang sepakat tidak disepakati.
Sehingga, persoalan tersebut akan dikembalikan lagi kepada Mahkamah Konstitusi. (*)
| Bea Cukai Sangatta Kutim Musnahkan Ratusan Ribu Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp 602 Juta |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng dan Bawang Merah Melonjak di Sangatta, Pedagang Minta Operasi Pasar |
|
|---|
| Geger, Jasad Pria Ditemukan di Gedung Walet Sangatta Kutim, Polisi Selidiki Penyebabnya |
|
|---|
| Petani Sawit Kutim Menjerit, Harga TBS di Lapangan Anjlok Jauh dari Ketetapan Pemerintah |
|
|---|
| Warga Long Bentuq di Kutim Desak Pembangunan Plasma 302 Hektare Segera Dilanjutkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250813_Jimmi-Ketua-DPRD-Kutim-Buka-Suara-Terkait-Konflik-Sidrap.jpg)