Berita Pemkot Bontang
Walikota Bontang Neni Moerniaeni Tegaskan Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan SDM Sehat
Walikota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan bahwa kader Posyandu adalah garda terdepan dalam pembangunan SDM sehat.
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Walikota Bontang Neni Moerniaeni menyebut kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar masyarakat.
- Peran Posyandu berhasil menekan angka stunting Bontang dari 27 persen menjadi 17 persen.
- Pemkot Bontang berkomitmen memperkuat fasilitas, pelatihan, dan kesejahteraan kader Posyandu sebagai investasi SDM untuk masa depan Bontang.
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Walikota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan bahwa kader Posyandu adalah garda terdepan dalam pembangunan SDM sehat, sekaligus fondasi penting menuju masyarakat Bontang yang berdaya saing.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Gerakan Posyandu Aktif dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kanaan, Kamis (13/11/2025).
Menurut Neni Moerniaeni, Posyandu memiliki peran strategis sebagai lini pertama pelayanan kesehatan dasar.
Layanan ini menjangkau seluruh siklus kehidupan mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lansia.
Baca juga: Operasi Timbang Serentak Tekan Stunting, 8 Posyandu di Bontang Capai 100 Persen
“Ibarat jantung dari program kesehatan kita. Kader Posyandu memiliki tugas memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal,” tegasnya.
Neni Moerniaeni menekankan bahwa kualitas SDM yang sehat menjadi pondasi dalam mendukung visi pembangunan Kota Bontang tahun 2025–2029, yang diarahkan menjadi kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Fondasinya adalah SDM yang sehat dan bebas stunting,” ujarnya.
Data Dinas Kesehatan Kota Bontang menunjukkan bahwa peran aktif kader Posyandu telah berkontribusi signifikan dalam menekan angka stunting.
Baca juga: Walikota Bontang Bagikan 79 Laptop untuk Kader Posyandu, Insentif Naik Tajam
Dalam dua tahun terakhir, prevalensi stunting sukses diturunkan dari 27 persen menjadi 17 persen.
Neni Moerniaeni menyebut pencapaian itu sebagai hasil nyata kolaborasi antara pemerintah, kader Posyandu, dan masyarakat.
“Bontang tidak akan pernah maju tanpa manusia yang kuat dan sehat,” kata Neni Moerniaeni.
Lebih lanjut, Neni Moerniaeni berjanji akan terus memperkuat dukungan untuk Posyandu, baik dari sisi fasilitas, pelatihan kader, maupun peningkatan kesejahteraan.
Baca juga: 8 Kader Posyandu Bontang Siap Pertahankan Juara di Jambore Kaltim 2025
Menurutnya, keberadaan kader yang profesional dan terlatih menjadi kunci keberhasilan layanan kesehatan di tingkat dasar.
Kegiatan Gerakan Posyandu Aktif disebut juga sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar kader tetap bersemangat menjalankan tugasnya di tengah masyarakat.
“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga investasi pada manusia. Dan investasi terbaik adalah memastikan rakyatnya sehat,” tutupnya. (*)
| Program Seragam Gratis Tetap Diprioritaskan meski Bontang Defisit Anggaran |
|
|---|
| Walikota Neni Moerniaeni Soroti Ketidakadilan Rekrutmen Tenaga Kerja di Kota Bontang |
|
|---|
| Pastikan Layanan BPJS Gratis Berjalan, Pemkot Bontang Konsolidasikan 136 Ribu Peserta |
|
|---|
| Sidak 2 Titik Rawan Banjir di Bontang, Wawali Agus Haris Desak Kontraktor Kejar Target Turap |
|
|---|
| Walikota Bontang Bagikan 79 Laptop untuk Kader Posyandu, Insentif Naik Tajam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251113_Walikota-Bontang-Neni-Moerniaeni-menegaskan-kader-Posyandu-garda-terdepan-kesehatan.jpg)