Jumat, 1 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Hacker Iran Menggila, Infrastruktur Air dan Energi AS Jadi Sasaran Serangan Siber

Spekulasi soal “jeda taktis” kelompok peretas yang didukung Iran akhirnya terjawab, hacker Iran pun kini memulai serangannya

Tayang:
samacharhindi.in
HACKER IRAN MENGGILA - Ilustrasi, setelah sempat senyap pasca-serangan Amerika Serikat pada awal Maret lalu, pasukan siber Teheran kini kembali dengan serangan yang jauh lebih terorganisir dan agresif. (samacharhindi.in) 

TRIBUNKALTIM.CO - Spekulasi soal “jeda taktis” kelompok peretas yang didukung Iran akhirnya terjawab.

Setelah sempat senyap pasca-serangan Amerika Serikat pada awal Maret lalu, pasukan siber Teheran kini kembali dengan serangan yang jauh lebih terorganisir dan agresif.

Gelombang serangan ini tidak lagi sekadar menyasar situs web atau sistem ringan.

Baca juga: Iran Perketat Kendali Selat Hormuz, Hanya 12 Kapal yang Boleh Melintas

Otoritas AS mengungkap bahwa target utama hacker Iran kini adalah perangkat keras dan sistem kontrol vital yang digunakan dalam infrastruktur kritis nasional.

Serangan tersebut dikonfirmasi melalui peringatan resmi gabungan yang dirilis sejumlah lembaga elite AS, mulai dari Federal Bureau of Investigation, National Security Agency, Cybersecurity and Infrastructure Security Agency, hingga U.S. Cyber Command.

Dalam laporan tersebut, para peretas disebut secara aktif membidik perangkat Programmable Logic Controllers (PLC) dan sistem SCADA yang terhubung ke internet.

Perangkat ini merupakan “otak” dari berbagai sistem fisik, mulai dari instalasi pengolahan air hingga jaringan energi.

Baca juga: 10 Syarat Iran dalam Gencatan Senjata dengan AS, Klaim Kemenangan Kedua Pihak

Serangan yang dilakukan tidak hanya berupa upaya penyusupan.

Hacker dilaporkan mampu memanipulasi data yang ditampilkan di sistem, sekaligus mencuri informasi penting dari dalam perangkat.

Dalam beberapa kasus, aksi ini bahkan menyebabkan gangguan operasional nyata serta kerugian finansial di sejumlah sektor.

Target serangan pun sangat luas, mencakup fasilitas layanan publik, gedung pemerintahan, sistem air bersih dan limbah, hingga sektor energi.

Baca juga: Iran Berlakukan Tarif Selat Hormuz, Tanker yang Lewat Bayar Pakai Bitcoin, 800 Kapal Masih Tertahan

Hal ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk menciptakan efek disruptif di dalam wilayah AS.

Pihak Federal Bureau of Investigation sendiri memilih tidak memberikan komentar tambahan saat dimintai keterangan lebih lanjut terkait operasi ini.

Eskalasi serangan siber ini terjadi di tengah memanasnya konflik geopolitik antara kedua negara.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat melontarkan ancaman keras terhadap Iran, bahkan menyebut kemungkinan kehancuran besar jika kesepakatan gagal tercapai.

Baca juga: AS dan Iran Gencatan Senjata, Kata Bahlil soal Kapal Pertamina yang Belum Bisa Melintas Selat Hormuz

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved