Breaking News
Senin, 18 Mei 2026

BBM Nonsubsidi Naik

Jeritan Warga Harga BBM dan LPG Nonsubsidi Naik Bersamaan, Kelas Menengah Kian Terjepit

Jeritan warga harga BBM dan LPG nonsubsidi naik bersamaan. Bukan crazy rich, kelas menengah kian terjepit.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
HARGA BBM-LPG NONSUBSIDI - Ilustrasi Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Minggu (5/4/2026). Jeritan warga harga BBM dan LPG nonsubsidi naik bersamaan. Bukan crazy rich, kelas menengah kian terjepit. (Tribunnews.com/Irwan Rismawan) 

Ia berharap pemerintah dapat mengendalikan harga kebutuhan dasar di tengah gejolak global yang masih berlangsung.

"Ya semoga bisa terkendali lagi lah, enggak naik-naik terus biar enggak semakin menyusahkan, namanya juga ekonomi saat ini semuanya lagi susah," ujarnya.

Ingin Balik ke Gas 3 Kg

Terhimpit kondisi ekonomi yang semakin mahal, Michael mulai mempertimbangkan kembali menggunakan gas subsidi 3 kg yang sempat ia tinggalkan setahun lalu.

Sebelumnya, ia beralih ke gas 12 kg karena kerap kesulitan mendapatkan gas melon yang langka dan distribusinya dinilai belum optimal.

"Karena punya juga tabung subsidi, jadi sementara berganti ke subsidi dulu. Tapi kalau subsidi kan sering kosong, jadi mau enggak mau tetap pakai yang 12 kg.

Kalau ganti ke 5,5 kg harus beli tabungnya lumayan, jadi kalau hitung-hitungan, masih efisien yang 12 kg," tuturnya. 

Senada, Pudji mengaku harus memutar otak untuk mencari alternatif lain.

Ia kini mempertimbangkan beralih ke gas elpiji 5,5 kg agar pengeluaran rutinnya tidak terus membengkak.

"Mau enggak mau harus cari alternatif yang lebih meringankan. Bisa jadi (pindah ke gas 5,5 kg).

Yang jelas sih ya harus dihemat-hemat gasnya," tuturnya seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com.

Harga Elpiji Nonsubsidi Naik

Berdasarkan laman resmi Pertamina Patra Niaga yang dikutip Minggu (19/4/2026), harga elpiji nonsubsidi Bright Gas 12 kg di tingkat agen distribusi untuk wilayah Jawa Tengah, DKI Jakarta, hingga Jawa Timur kini mencapai Rp 228.000 per tabung.

Harga tersebut naik cukup signifikan dari sebelumnya sekitar Rp 192.000 per tabung.

Sementara itu, di wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Jambi, harga elpiji nonsubsidi bahkan mencapai sekitar Rp 230.000 per tabung.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa LPG 12 kg merupakan elpiji nonsubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat mampu. 

"Saya mau tanya, kalau nonsubsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah? Orang mampu kan," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved