Sabtu, 13 Juni 2026

Opini

Fenomena Self-Diagnose Kesehatan Mental di TikTok

Isu tentang kesehatan mental sedang sangat naik dan menjadi topik yang sering muncul di berbagai media sosial termasuk TikTok

Tayang: | Diperbarui:
HO/DOK PRIBADI
KESEHATAN MENTAL - Zahira Rachmawati, mahasiswi jurusan Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang. 

Setelah pengguna menonton satu video tentang kesehatan mental, TikTok akan terus merekomendasikan konten serupa kepada pengguna, membuat pengguna merasa bahwa gejala yang mereka alami berkaitan dengan gangguan tertentu.

Cara seseorang untuk melakukan self-diagnose itu biasanya terjadi mengikuti pola tertentu. 

Biasanya saat mereka sedang menonton video di TikTok dan menemukan video tentang gejala kecemasan.

Dalam video itu terdapat penjelasan tentang tanda-tanda orang overthinking, sulit tidur, atau mudah gugup.

Gejala-gejala tersebut sebenarnya bersifat umum dan dapat dialami siapa pun sehingga membuat penonton berfikir bahwa mereka mengalami anxiety disorder.

Setelah itu mereka biasanya akan mencari konten tambahan untuk memastikan dugaannya dan menarik kesimpulan sendiri.

Fenomena ini memiliki dampak positif dan negatif. 

Salah satu dampak positifnya adalah generasi sekarang lebih sadar dan terbuka akan pengetahuan tentang kesehatan mental.

Keterbukaan inilah yang akan menjadi langkah penting untuk membangun masyarakat yang lebih peduli akan kesejahteraan emosional. Namun, salah satu dampak negatifnya adalah meningkatnya kesalahan dalam informasi.

Ketika seseorang percaya bahwa ia memiliki gangguan tertentu padahal tidak, akan muncul kecemasan baru yang justru memperburuk keadaan.

Selain itu juga ada over-identification, yaitu kecenderungan menjadikan label psikologis sebagai identitas.

Hal inilah yang dapat menjadi penghambat perkembangan diri. 

Untuk menghadapi fenomena ini, penting untuk melakukan literasi psikologi.

Remaja dan mahasiswa perlu untuk memahami bahwa kesehatan mental bukanlah suatu hal yang dapat dinilai dari satu atau dua gejala umum yang sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja pada situasi tertentu.

Diperlukannya peran profesional dalam mendiagnosis, mempertimbangkan durasi gejala, intensitas, dampak pada fungsi sehari-hari, serta konteks sosial dan biologis seseorang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved