Opini
Fenomena Self-Diagnose Kesehatan Mental di TikTok
Isu tentang kesehatan mental sedang sangat naik dan menjadi topik yang sering muncul di berbagai media sosial termasuk TikTok
Oleh karena itu, penting untuk mengarahkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi konten di media sosial terutama aplikasi TikTok yang algoritmanya sering menunjukan konten-konten pemicu self-diagnose ini.
Peran psikolog dan tenaga profesional juga sangat penting.
Praktisi perlu aktif untuk menjadi sumber informasi yang akurat agar masyarakat tidak hanya memperoleh konten dari sembarang orang yang tidak terverifikasi.
Konten edukatif dari profesional juga sangat dibutuhkan untuk menjadi penyeimbang, sehingga masyarakat lebih terarah dalam mencari informasi.
Pada akhirnya, fenomena self-diagnose kesehatan mental di sosial media terutama pada platform TikTok ini merupakan gambaran bahwa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental semakin meningkat.
Namun, perlu diingat bahwa kesadaran ini tetap harus diimbangi dengan pengetahuan yang tepat agar tidak menimbulkan kesimpulan yang salah.
Media sosial dapat menjadi ruang edukasi yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak.
Remaja dan mahasiswa harus mampu membedakan antara konten opini, informasi, dan diagnosis klinis.
Dengan begitu pengetahuan kesehatan mental di media sosial dapat menjadi gerakan yang sehat dan bukan menyesatkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251212_Zahira-Rachmawati-mahasiswi-jurusan-Psikologi-di-Universitas-Muhammadiyah-Malang.jpg)