Sabtu, 13 Juni 2026

OPINI

Mengapa Beberapa Anak yang “Nakal” di Sekolah Justru Berprestasi di Kemudian Hari?

Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana beberapa anak yang dulu sering dianggap “nakal” di sekolah, ternyata justru berprestasi di kemudian hari.

Tayang:
Editor: Sumarsono
TRIBUN KALTIM/IST
Penulis: Muh Adnan Malewa, mantan wartawan yang sekarang menjabat Widyaiswara Kemendikdasmen. 

Ketika mereka mempertanyakan mengapa harus berpakaian seragam, atau mengapa aturan tertentu diberlakukan tanpa penjelasan yang masuk akal, mereka sebenarnya sedang mengasah kemampuan analitis dan evaluatif untuk memahami dan mungkin "mengakali" sistem yang mereka hadapi.

Pertanyaan-pertanyaan yang dianggap membangkang itu adalah bentuk awal dari skeptisisme intelektual, sebuah benih berpikir kritis.

Dalam konteks yang lebih ekstrem, ketika mereka merencanakan aksi membolos misalnya dengan memetakan pergerakan guru, mengidentifikasi titik lemah sistem keamanan sekolah, atau berkoordinasi dengan teman melalui kode rahasia, tanpa sadar mereka sedang melakukan perencanaan strategis, manajemen risiko, dan pemecahan masalah kompleks.

Proses kognitif ini sangat mirip dengan yang digunakan dalam dunia bisnis, rekayasa, atau penelitian. Penting untuk dicatat bahwa kecerdasan yang digunakan dalam aktivitas seperti ini tidak terukur oleh tes IQ konvensional.

Seperti ditegaskan oleh Farrington (2005) dalam penelitiannya tentang asal-usul perilaku antisosial, tidak ada hubungan langsung antara IQ rendah dan kenakalan.

Kecerdasan Praktis

Artinya, anak yang terlihat "nakal" bisa jadi memiliki kecerdasan praktis atau sosial yang tinggi. Kecerdasan untuk bertahan dan menemukan solusi dalam lingkungan yang menekan yang justru kurang dihargai dalam setting akademik formal.

Pengalaman berulang menghadapi konsekuensi dari kesalahan mereka sendiri juga membentuk suatu ketahanan mental yang unik, yang merupakan fondasi utama untuk adaptasi jangka panjang.

Setiap kali mereka dihukum, ditegur, atau gagal dalam aksinya, mereka dipaksa untuk bangkit, mengevaluasi ulang strategi, dan mencoba lagi dengan pendekatan yang berbeda.

Siklus trial and error ini, meski terlihat negatif di permukaan, melatih resilience, kemampuan untuk pulih dari kesulitan yang menjadi komoditas sangat berharga dalam dunia yang penuh ketidakpastian seperti sekarang.

Inilah esensi dari bertahan: kemampuan untuk bangkit setelah "terpukul" oleh kegagalan atau hukuman.

Penelitian oleh Ungar dkk. (2013) tentang ketahanan remaja menunjukkan bahwa remaja yang sering menghadapi kesulitan dan belajar mengatasinya justru mengembangkan mekanisme koping dan kemampuan adaptasi yang lebih kuat.

Baca juga: 10 Manfaat Mendapatkan Gelar di Bidang Psikologi untuk Karier Gemilang Jangka Panjang

Dalam perspektif psikologi perkembangan, Carol Dweck (2006) dalam bukunya Mindset menjelaskan bahwa anak-anak yang terbiasa menghadapi tantangan dan kegagalan tanpa sadar melatih mereka dan menjadi tempat mereka belajar untuk mengembangkan growth mindset, yang mana dalam pol aini Tony Buzan dalam buku  Buku: The Power of Creative Intelligencepercaya bahwa Kecerdasan bukanlah sesuatu yang dimiliki.

Kecerdasan adalah sesuatu yang Anda lakukan. Hal ini yang jadi penopang kuat untuk prestasi jangka panjang dan merupakan pola pikir adaptif par excellence.

Lalu, di mana peran kita sebagai pendidik, orang tua, atau masyarakat? Memberi hukuman dan label negatif secara membabi-buta hanya akan mengubur potensi ini dan memperkuat siklus perilaku negatif, alih-alih membentuk adaptasi yang positif.

Pendekatan yang lebih efektif adalah dengan mengakui dan mengalihkan energi serta keterampilan adaptif yang sudah mereka miliki ke saluran yang lebih konstruktif.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved