OPINI
Mengapa Beberapa Anak yang “Nakal” di Sekolah Justru Berprestasi di Kemudian Hari?
Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana beberapa anak yang dulu sering dianggap “nakal” di sekolah, ternyata justru berprestasi di kemudian hari.
Tayang:
Editor:
Sumarsono
TRIBUN KALTIM/IST
Penulis: Muh Adnan Malewa, mantan wartawan yang sekarang menjabat Widyaiswara Kemendikdasmen.
Mereka adalah calon-calon inovator, wiraswasta, dan pemecah masalah yang tangguh, yang kecerdasan adaptifnya bisa menjadi aset berharga.
Tantangan terbesar kita bukanlah mengubah mereka menjadi patuh, tetapi membimbing energi, keberanian, dan kecerdasan praktis mereka menuju tujuan yang bermakna.
Sudah siapkah kita sebagai pendidik dan masyarakat untuk melihat potensi di balik perilaku, dan membangun jembatan antara "kenakalan" dan kesuksesan dengan menjadi lingkungan yang mendukung adaptasi yang positif? (*)
Referensi Tambahan yang Mendukung Analisis:
- Damian, R. I., Spengler, M., Sutu, A., & Roberts, B. W. (2019). Sixteen going on sixty-six: A longitudinal study of personality stability and change across 50 years. Journal of Personality and Social Psychology, 116(4), 674–695.
- Farrington, D. P. (2005). Childhood origins of antisocial behavior. Clinical Psychology & Psychotherapy, 12(3), 177–190.
- Dweck, C. S. (2006). Mindset: The new psychology of success. Random House.
- Ungar, M., Ghazinour, M., & Richter, J. (2013). Annual Research Review: What is resilience within the social ecology of human development? Journal of Child Psychology and Psychiatry, 54(4), 348–366.
- Brookfield, S. D. (2012). Teaching for critical thinking: Tools and techniques to help students question their assumptions. Jossey-Bass.
- Schmidt, J. A., Rosenberg, J. M., & Beymer, P. N. (2018). A person-in-context approach to student engagement in science: Examining learning activities and choice. Journal of Research in Science Teaching, 55(1), 19–43.
Berita Terkait: #OPINI
| Pertamax Naik, Pukulan Telak Bagi Masyarakat Kelas Menengah |
|
|---|
| Memahami Modus Operandi Begal via Teori Pilihan Rasional dan Aktivitas Rutin |
|
|---|
| Membaca Pikiran Anderiy Syachrum: Kejutan Gerbong Baru, Kabinet Ramping, dan Formula Menuju PON 2028 |
|
|---|
| Benalu di Balik Jubah Suci |
|
|---|
| Koperasi Merah Putih: Jangan Terjebak pada Gedung, Bangunlah Ekosistemnya |
|
|---|
KOMENTAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Adnan-paliwa.jpg)