Jumat, 12 Juni 2026

Opini

Akal Imitasi dan Etika Penulisan Ilmiah di Era Digital

Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar dalam meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah.

Tayang:
HO/PRIBADI
TINGKATKAN KUALITAS KARYA - Guru SMK di Samarinda, Dwi Yenie Kumala Sari Sulaiman beropini tentang AI. Ia menilai, Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar dalam meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah. (HO/PRIBADI) 

Ringkasan Berita:
  • AI dapat membantu menyusun kerangka, memperbaiki tata bahasa, dan merangkum ide, tetapi tidak boleh menggantikan proses berpikir mandiri.
  • Ketergantungan berlebihan pada AI berpotensi memicu plagiarisme, fabrikasi, dan pelanggaran integritas akademik.
  • Institusi pendidikan didorong memberikan literasi AI dan etika penulisan agar teknologi dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Oleh:

Dwi Yenie Kumala Sari Sulaiman, S. Pd., M. Pd.
Penulis, Guru SMK di Samarinda

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau Akal Imitasi (AI) telah membawa perubahan yang sangat besar terutama di dunia pendidikan, khususnya pada karya tulis ilmiah siswa, mahasiswa, guru, dosen, atau siapapun.

AI kini banyak digunakan sebagai alat bantu dalam menyusun ide, memperbaiki tata bahasa, merangkum bacaan, hingga menghasilkan teks secara otomatis.

Kehadiran teknologi ini memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas karya tulis, namun juga menimbulkan tantangan serius, terutama terkait orisinalitas, etika akademik, dan risiko plagiasi.

Penggunaan AI dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan menulis secara lebih terstruktur.

Baca juga: Memuliakan Murid, Tugas Guru yang Tak Pernah Usai dan Makin Relevan di Era AI  

AI mampu memberikan contoh kerangka tulisan, saran pengembangan paragraf, serta koreksi kesalahan tata bahasa dan ejaan.

Bagi penulis pemula, AI dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk memahami gaya bahasa ilmiah, penggunaan istilah yang tepat, serta alur penulisan yang logis dan sistematis.

Dengan bantuan AI, proses menulis menjadi lebih efisien dan tidak terlalu membebani, sehingga penulis dapat lebih fokus pada penguatan gagasan dan analisis.

Di balik banyaknya manfaat tersebut, penggunaan AI juga membawa dampak negatif jika tidak digunakan secara bijak.

Ketergantungan berlebihan pada AI dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas penulis.

Baca juga: Grok AI Diblokir Komdigi, Indonesia Jadi Negara Pertama Batasi Asisten X Milik Elon Musk

Jika karya tulis sepenuhnya dihasilkan oleh AI tanpa proses pemikiran mandiri; survei, mencari data/ informasi, klarifikasi berita, dan seterusnya, maka kualitas intelektual penulis akan melemah.

Selain itu, penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab dapat memicu plagiasi terselubung, karena teks yang dihasilkan sering kali merupakan hasil pengolahan ulang dari berbagai sumber yang sudah ada.

Hal tersebut tentu saja telah melanggar etika penulisan.

Etika penulisan yang dimaksud adalah sebuah pedoman perilaku dan standar moral dalam menulis, yang menekankan kejujuran, integritas, orisinalitas, dan transparansi untuk memastikan kualitas serta kredibilitas karya, terutama dalam konteks ilmiah atau akademik

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved