Sabtu, 13 Juni 2026

Opini

Akal Imitasi dan Etika Penulisan Ilmiah di Era Digital

Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar dalam meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah.

Tayang:
HO/PRIBADI
TINGKATKAN KUALITAS KARYA - Guru SMK di Samarinda, Dwi Yenie Kumala Sari Sulaiman beropini tentang AI. Ia menilai, Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar dalam meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah. (HO/PRIBADI) 

Beberapa pelanggaran terhadap etika penulisan yang harus dihindari seperti plagiarisme, duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan fragmentasi.

Baca juga: Zero Click dan Crawler AI, Industri Media Hadapi Tekanan Ganda

Plagiarisme menjadi isu penting dalam penulisan karya ilmiah di era AI. 

Meskipun teks yang dihasilkan AI tidak selalu sama persis dengan sumber aslinya, penggunaan AI tanpa pemahaman dan pengolahan ulang tetap melanggar prinsip kejujuran akademik.

Oleh karena itu, penulis perlu memahami bahwa AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti proses berpikir, membaca, dan menulis secara mandiri.

Untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang bermutu dan bebas plagiasi, terdapat beberapa cara terbaik yang perlu diterapkan.

Pertama, penulis harus memulai dengan membaca berbagai sumber tepercaya; seperti jurnal ilmiah, buku akademik, dan laporan penelitian, dan berita terbaru.

Baca juga: BPSDM Kaltim Ingatkan ASN Jangan Sampai Disetir AI saat Bekerja

Pemahaman mendalam terhadap materi akan membantu penulis menyusun gagasan dengan bahasa sendiri. 

Kedua, buatlah kerangka tulisan yang jelas, meliputi pendahuluan, tinjauan pustaka, metode (jika ada), pembahasan, dan kesimpulan.

Kerangka ini membantu menjaga alur logika dan fokus pembahasan.

Ketiga, gunakan AI secara terbatas dan strategis, misalnya untuk memeriksa tata bahasa, memperbaiki struktur kalimat, atau memberikan saran pengembangan ide.

Hindari menyalin hasil AI secara mentah ke dalam naskah.

Baca juga: Dorong Transformasi Pendidikan, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Ajak Guru Kuasai Teknologi AI

Keempat, lakukan parafrase dengan benar, yaitu menuliskan kembali ide orang lain menggunakan bahasa sendiri tanpa mengubah makna, serta selalu mencantumkan sumber rujukan sesuai kaidah sitasi ilmiah. 

Kelima, lakukan pengecekan plagiasi sebelum karya dikumpulkan untuk memastikan tingkat kemiripan tetap dalam batas wajar.

Lalu, di mana batasan etika menulis di era Akal Imitasi (AI)? AI dapat meningkatkan mutu karya tulis ilmiah apabila dimanfaatkan secara bijak.

Namun, jika disalahgunakan, AI justru dapat melemahkan integritas akademik.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved