OPINI
Refleksi Ramadhan: Melahirkan Pemimpin yang Peduli
Jika Ramadhan benar-benar dihayati, ia tidak hanya melahirkan pribadi yang saleh, tetapi juga pemimpin yang peduli.
Tayang:
Editor:
Sumarsono
Pemimpin yang lahir dari madrasah Ramadhan adalah pemimpin yang:
- Takut pada hisab Allah lebih dari takut pada kritik manusia.
- Menjadikan jabatan sebagai ibadah, bukan sarana memperluas pengaruh keluarga atau kelompok.
- Transparan dalam kebijakan dan terbuka terhadap evaluasi.
- Mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi.
- Namun refleksi ini bukan hanya untuk pemimpin.
- Masyarakat pun harus menjaga adab dalam menyampaikan kritik.
- Amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan hikmah dan kebijaksanaan, bukan dengan kebencian.
- Ramadhan datang setiap tahun untuk memperbaiki kita. Jika setelah Ramadhan kita masih memandang kekuasaan sebagai simbol status dan bukan amanah, berarti kita belum lulus dari madrasahnya.
Semoga Ramadhan melahirkan pemimpin yang peduli—pemimpin yang berempati, berintegritas, dan berani menempatkan keadilan di atas kepentingan.
Karena pada akhirnya, jabatan akan berakhir. Kekuasaan akan berlalu. Namun pertanggungjawaban di hadapan Allah tidak akan pernah bisa dihindari.
Wallahu a’lam bish-shawab. (*)
Berita Terkait: #OPINI
| Gubernur, "Silakan Hak Angket!", Gestur Wagub dan Sekda, “Saya Ikut Bertanggung Jawab!” |
|
|---|
| Jurnalisme dan Ketahanan Informasi |
|
|---|
| Menjaga Rupiah di Tengah Badai Global: Bukan Sekedar Urusan Suku Bunga |
|
|---|
| Jas Krem di Tengah Lautan Jas Gelap |
|
|---|
| QRIS: Dari Nusantara Hingga China, Fondasi Institusional Dari Tren Menuju Transformasi Struktural |
|
|---|
KOMENTAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Plt-Ketua-DPD-Demokrat.jpg)