Opini
Menjaga Denyut Ekonomi Perbatasan: Refleksi Peredaraan Rupiah di Kalimantan Utara
Akhir tahun selalu menjadi periode yang unik bagi lanskap ekonomi Indonesia, tidak terkecuali di Kalimantan Utara ( Kaltara ).
Uang yang lusuh atau rusak tidak hanya menyulitkan transaksi, tetapi juga menurunkan marwah mata uang nasional di mata daerah tetangga.
Upaya menjaga kualitas uang tersebut dibungkus dengan edukasi "Cinta, Bangga, Paham" (CBP) Rupiah.
Langkah ini merupakan strategi fundamental untuk membangun literasi keuangan masyarakat.
Edukasi CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah secara tidak langsung memperkuat kedaulatan ekonomi di wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara memiliki tantangan unik dalam mengedukasi masyarakat terkait Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, mengingat letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Baca juga: Tinjau Perbatasan Apau Kayan, Wagub Kaltara Ingkong Ala Soroti Kerusakan Jalan, Jembatan, hingga RS
Di wilayah ini, Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol kedaulatan negara.
Cinta: Mengenali keaslian dan merawat uang agar tidak cepat rusak.
Bangga: Memahami bahwa Rupiah adalah alat pembayaran sah yang menyatukan bangsa.
Paham: Mengerti fungsi Rupiah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan cara bijak dalam berbelanja.
Upaya Strategis BI Kaltara Mengedukasi CBP Rupiah
Mengingat Kaltara memiliki banyak wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil), BI Kaltara bekerja sama dengan TNI AL menggunakan kapal perang untuk menjangkau pelosok.
Kas Keliling Pesisir: Memberikan layanan penukaran uang lusuh dengan Uang Layak Edar (ULE) agar masyarakat di perbatasan tidak lagi menggunakan mata uang asing atau uang yang sudah rusak parah.
Edukasi Langsung: Di setiap titik singgah, dilakukan sosialisasi cara mengenali keaslian uang Rupiah (5 Jari) kepada masyarakat lokal dan aparat desa.
BI Mengajar: Program ini masuk ke sekolah-sekolah dan universitas di Kaltara untuk menanamkan jiwa "Bangga Rupiah" sejak dini. Siswa diajarkan bahwa menjaga fisik uang (tidak dilipat, tidak dicoret, tidak distapler) adalah bentuk cinta tanah air.
Edukasi ke Toko/Pedagang Pasar: Sosialisasi dilakukan langsung di pasar-pasar tradisional (seperti di Tarakan, Bulungan, atau Nunukan) untuk membantu pedagang memahami aspek "Paham Rupiah", yakni bagaimana bertransaksi secara bijak dan mengenali fungsi Rupiah dalam menjaga stabilitas inflasi.
Upaya-upaya ini bertujuan menciptakan Kedaulatan Rupiah di Perbatasan.
| Pengabdian Panjang di Titik Terakhir: Mundur dari Sekretaris YJI Kaltim setelah 24 Tahun Menjabat |
|
|---|
| Rupiah Bukan Sekadar Uang, Ini Makna Kedaulatan di Setiap Transaksi |
|
|---|
| Di Balik Pengangkatan Sekda Neneng Chamelia: Penerapan Manajemen Talenta untuk Promosi Jabatan |
|
|---|
| Catatan 40 Tahun Berkarir sebagai PNS: Merintis Camat Babulu hingga Dua Jabatan Kepala Dinas Baru |
|
|---|
| Menatap Masa Depan ASN Status PPPK: Imbas TKD Turun, Ancaman PHK pada 2027? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ana-Sriekaningsih.jpg)