Opini
Gubernur, "Silakan Hak Angket!", Gestur Wagub dan Sekda, “Saya Ikut Bertanggung Jawab!”
"Silakan Hak Angket!" Kalimat itu pendek. Tapi menghentak ruang diskusi Aksi 21 Mei di Ruang Kantor Gubernur Kaltim, Jl Gajah Mada, Samarinda.
Mengapa gestur beliau merekam ketegangan yang begitu tinggi? Di sinilah letak jawaban ilmiah yang sekaligus membungkam narasi faksionalisme eksekutif.
Selain itu, ini berpotensi menjadi bumerang politik bagi Karang Paci.
Di DPRD sana, fraksi yang notabene merupakan partai pengusung utama sang Wakil justru tampil sebagai salah satu yang agresif dan antusias menjadi motor penggerak Hak Angket.
Kondisi ini menciptakan apa yang dalam komunikasi politik disebut sebagai dilema loyalitas ganda (dual loyalty dilemma).
Bahasa tubuh sang Wakil mengirimkan sinyal kuat komunikasi politik. Eksekutif sadar betul arah angin ini dan beliau tidak berada di luar kepungan badai.
Sebaliknya, melalui kehadiran fisik dan isyarat kinetiknya, Wagub patut diduga menyampaikan pesan penegasan bahwa berada beliau dalam perahu yang sama dengan Gubernur.
Di sinilah letak dugaan disfungsi logika komunikasi politik angket di parlemen.
Publik bisa saja bertanya, bagaimana mungkin sebuah partai politik berharap memenangkan simpati, jika di panggung kekuasaan kursi yang sedang diduduki oleh kader terbaiknya justru digergaji?
Jika peluru angket itu ikut diledakkan oleh fraksi partai pengusung di DPRD dengan target merobohkan Gubernur, hantaman destruktifnya secara karambol ikut menyasar posisi sang Wakil Gubernur sendiri.
Gestur ini mengirim pesan peringatan nonverbal: bahwa sepasang pemimpin daerah sedang menghadapi risiko kehancuran bersama.
Kalau begitu, publik pun akan bertanya lagi, lalu siapa pemesan peluru untuk diledakkan kalau Wagub ikut kena sasar?
Puncak Otoritas: Pasang Badan Sang Gubernur
Eskalasi isyarat nonverbal mencapai puncaknya pada figur tengah: Sang Gubernur Kaltim.
Di sinilah tuduhan ‘arogan’ atau ‘sombong’ yang sedang ditiupkan menjadi runtuh secara ilmiah.
Selain itu, ini sekaligus membalikkan fakta tentang siapa yang menunjukkan nyali.
Dalam psikologi komunikator forensik, jika seorang pemimpin merasa bersalah, takut, atau berniat lari dari tanggung jawab, tubuhnya secara refleks akan membangun benteng pertahanan (defensive barrier).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Gubernur-bersama-massa-215.jpg)