Senin, 15 Juni 2026

Opini

Korupsi Bertopeng Diksi

Konteks pungli, korban dipaksa untuk percaya bahwa satu-satunya cara untuk mengakses layanan publik, tak lain harus melalui tangan yang bersangkutan.

Tayang:
Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO/IST
PENULIS: Ali Kusno, Widyabasa, Kepakaran Linguistik Forensik, Kantor Bahasa Kalimantan Timur 

Analisis ini membantu kita menyingkap bahwa sistem yang lambat hanyalah ‘sandiwara’ untuk menutup niat jahat (mens rea).

Mungkin, perbaikan sistem secara teknis-administratif akan lebih efektif jika dibarengi dengan pembedahan narasi yang dibangun.

Linguistik forensik menawarkan metode analisis wacana untuk mengonstruksi pembuktian yang lebih saintifik.

Jika aliran dana sulit dilacak, kita bisa menerapkan metode triangulasi data, yakni mengaitkan keterangan lisan (BAP), bukti tulis, dan konteks situasi (sosiopragmatik).

Pola tuturan yang seragam di antara banyak korban merupakan indikasi kuat adanya kesepakatan wacana (discourse collusion). Ini bisa menjadi bukti tambahan bahwa tindakan tersebut bukan khilaf prosedur, melainkan skema terstruktur.

Dalam perspektif linguistik forensik, konsistensi pola tuturan ini merupakan data empiris yang dapat membantu memperkuat argumen di persidangan.

Publik sering terjebak dalam kelumpuhan kehendak (volitional paralysis) akibat bahasa ancaman dan pemaksaan tersebut.

Fenomena "Ah, sudah lah" merupakan bentuk kepatuhan submisif yang dipaksakan. Linguistik forensik hadir untuk membantu mengubah rasa takut tersebut menjadi data yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Kita perlu memutus rantai kepatuhan ini agar masyarakat tidak lagi menjadi objek pemerasan.

Analisis ini diharapkan memberikan perspektif baru dalam membedah kasus ‘tertutup’ yang sebenarnya ‘terbuka’.

Konteks Kalimantan Timur: Tantangan Transformasi

Bagi aparat penegak hukum, linguistik forensik memberikan perspektif baru. Analisis ini membuktikan bahwa mens rea tidak harus diungkap dengan bukti transfer bank.

Hal ini memberikan nilai tambah strategis untuk pengungkapan kasus korupsi yang selama ini dianggap ‘abu-abu’ melalui jalur audit keuangan tradisional. Linguistik forensik menjadi mitra strategis dalam membedah kasus yang tertutup rapat oleh formalitas.

Apa yang terjadi di BPN Sleman hendaknya menjadi cermin bersama. Tidak hanya cermin bagi BPN di seluruh Kalimantan Timur, tetapi juga cermin bagi seluruh lembaga pelayanan publik di Kaltim yang tengah bertransformasi sebagai rumah bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga: Peran dan Siasat Para Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi MBG

Kita tentu tidak ingin ketidakpastian layanan publik menjadi penghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Jejak bahasa yang kita pelajari hari ini harus menjadi pengingat bagi setiap penyelenggara layanan publik.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved