Mutiara Ramadhan
Prof Nasaruddin Umar: Bahaya Ujaran Kebencian dalam Masyarakat
Dalam sosiologi masyarakat Indonesia hate speech lebih banyak diartikan sebagai ungkapan dan siar kebencian
Dalam literatur Islam, HS memiliki beberapa padanan.
Di antaranya yang paling dekat ialah hasud.
Hasud dalam bahasa Arab berarti menghasut, memprovokasi orang lain agar ikut membenci musuhnya.
Orang itu akan merasa puas saat melihat musuhnya terkapar dan tidak berdaya.
Baca juga: Prof Nasaruddin Umar - Menggapai Ketenangan Batin
Perbuatan hasud sangat tercela dalam Islam dan mungkin juga semua agama.
Dalam Al-Qur’an, Allah mengajarkan dua perlindungan terhadap orang-orang hasad: Wa minsyarri hasidin idza hasad (dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki/Q.S.al-Falaq/113:5).
Dalam hadits Nabi menyatakan kebencian terhadap para penghasud dengan mengatakan: "sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan seperti mana api memakan kayu bakar".
Ketika Nabi melewati kuburan Baqi di Madinah, ia tiba-tiba berhenti di atas dua makam baru.
Ditanya oleh sahabat kenapa berhentiu di sini?
Nabi menjawab, kasihan kedua orang ini meronta kesakitan karenna disiksa di kuburannya.
Yang pertama disiksa karena tidak bersih ketika ia membuang kotoran dan yang kedua disiksa karena suka membikin onar di dalam masyarakat (provokator).
Baca juga: Prof Nasaruddin Umar - Berdamailah dengan Musibah
Al-Qur'an menunjukkan pemandangan berharga, bagaimana Raja Fir'aun hancur karena selalu melancarkan ungkapan kebencian (hate speech) kepada Nabi Musa.
Al-Qur'an juga selalu mengingatkan kita agar tidak begitu mudah membenci orang lain: Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. (Q.S. al-Maidah/5:8).
Dalam ayat lain ditegaskan: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. (Q.S. al-Hujurat/49:12).
Tegasnya, jika kita akan meraih ketenangan dan keberuntungan jauhi HS, khususnya RHS. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250302_Menteri-Agama-dalam-Ramadhan-2025.jpg)