Kamis, 30 April 2026

Banjir dan Longsor di Kota Samarinda

Kisah Husnul, Warga Samarinda Rela Terobos Banjir dan Titip Motor Demi Pulang ke Rumah

Hujan deras dan banjir membuat Husnul, warga Mugirejo, rela menitipkan motornya dan berjalan kaki menerobos genangan demi pulang ke rumah.

Tayang:
Penulis: Nevrianto | Editor: Miftah Aulia Anggraini
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
GENANGAN AIR - Hujan deras mengguyur Kota Samarinda sejak siang hingga sore, Rabu (22/10/2025), membuat suasana di Jalan D.I. Panjaitan hingga poros Samarinda–Bontang berubah menjadi lautan kendaraan dan genangan air. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Hujan deras mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sejak siang hingga sore, Rabu (22/10/2025).

Hujan kali ini membuat kondisi di Jalan D.I. Panjaitan hingga poros Samarinda–Bontang berubah menjadi lautan kendaraan dan genangan air. 

Sirene kendaraan, suara klakson, dan percikan air bercampur menjadi satu di tengah kemacetan lebih dari satu kilometer.

Di antara pengendara yang terjebak, ada Husnul, warga Gang Bugis, Kelurahan Mugirejo, yang tetap nekat menerobos banjir demi pulang ke rumah dan bertemu keluarganya.

Baca juga: Perpustakaan Kaltim Terendam Banjir, Puluhan Staf dan Mahasiswa Terjebak

Perempuan berjilbab itu bahkan harus menitipkan motornya di depan warung karena tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat genangan yang makin tinggi.

“Saya dari tempat kerja saya di Tanah Merah Samarinda Utara mau ke rumah di jalan D.I. Panjaitan Gang Bugis Kelurahan Mugirejo terpaksa saya titipkan di depan warung jalan D.I. Panjaitan karena ada normalisasi drainase di Gang Bugis sejak tadi jam 13.00 Wita siang dan sore ini baru bisa melihat dan mengambil kembali motor saya,” katanya.

Dengan langkah hati-hati, Husnul berjalan kaki di tengah air yang mencapai semata kaki orang dewasa. 

“Saya menerobos banjir, di Kebon Agung Lempake lumayan deras dan banjirnya mencapai semata kaki orang dewasa. Di depan Puskesmas Samarinda Utara juga lumayan sebatis (betis) orang dewasa. Jelas mengganggu keadaan macet dan banjir, meskipun sekira 5 tahun belakangan banjir di kawasan Sungai Pinang Jalan D.I. Panjaitan dan sekitarnya lebih cepat surut karena adanya proyek normalisasi drainase. Semoga tentu saja kota Samarinda tak banjir lagi,” ucapnya sambil menggendong anaknya.

Baca juga: Jalan Juanda Samarinda Banjir, Warga Sabar Menunggu 3 Jam karena Takut Kendaraan Mogok

Bagi Husnul, banjir bukan hal baru di Samarinda, tetapi setiap kali hujan deras datang, rasa cemas tetap menghantui.

Ia hanya berharap air cepat surut dan keluarganya tetap aman di rumah.

Kemacetan pun masih mengular hingga malam.

Deretan kendaraan motor dan mobil berusaha keluar dari kawasan Sungai Pinang menuju Samarinda Utara, sementara sebagian warga memilih berhenti di pinggir jalan, menunggu hujan reda dan air menurun.

Kisah Husnul menjadi potret kecil ketabahan warga Samarinda yang sudah terbiasa berhadapan dengan banjir dan macet setiap musim hujan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved