Wacana Pilkada Melalui DPRD
Pakar Unmul Nilai Pilkada via DPRD Picu Politik Sandera dan Dominasi Dewan
Pakar politik Unmul menilai skema Pilkada melalui DPRD berpotensi melahirkan politik sandera dan memperkuat dominasi DPRD atas kepala daerah.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Miftah Aulia Anggraini
“Cuman kan kita tetap persis bahwa di dalam politik itu selalu ada yang namanya sesuatu yang tidak transparansi,” sebutnya.
Baca juga: Pilkada Langsung atau Lewat DPRD, DPRD Kaltim: Keduanya Tak Langgar UU
Jumansyah mencontohkan fenomena pergantian antarwaktu (PAW) di lembaga legislatif yang kerap menimbulkan tanda tanya publik, termasuk di Kalimantan Timur.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keputusan partai politik tidak selalu mudah dipahami masyarakat, meskipun kursi legislatif sejatinya merupakan hasil pilihan rakyat.
Lebih jauh, ia menilai jika pilkada melalui DPRD benar-benar diterapkan, maka legitimasi lembaga legislatif akan menjadi jauh lebih dominan dibanding eksekutif.
Hal itu dinilainya akan memengaruhi pola check and balance karena kepala daerah tidak lagi bertanggung jawab langsung kepada masyarakat pemilih.
“Artinya posisi legitimasi itu lebih kuat DPRD lagi ketika dibanding dengan Gubernur atau Wali Kota,” pungkasnya. (*)
| Bahaya Pilkada Melalui DPRD, Ketua KPK: Risiko Transaksi Kekuasaan Makin Besar |
|
|---|
| Akademisi Kaltim Bongkar Risiko Pilkada Langsung, Mahal dan Rawan Korupsi |
|
|---|
| 5 Kelemahan Pilkada Lewat DPRD Menurut PDIP Kaltim |
|
|---|
| 3 Poin Penolakan PDIP Balikpapan soal Wacana Pilkada Melalui DPRD, Dari Hak Rakyat hingga Orde Baru |
|
|---|
| Sikap PDIP Balikpapan soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Mengacu pada Hasil Rakernas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251127_Pengamat-politik-sekaligus-akademisi-dari-Universitas-Mulawarman-Unmul-Jumansyah.jpg)