Sabtu, 9 Mei 2026

Wacana Pilkada Melalui DPRD

Pakar Unmul Nilai Pilkada via DPRD Picu Politik Sandera dan Dominasi Dewan

Pakar politik Unmul menilai skema Pilkada melalui DPRD berpotensi melahirkan politik sandera dan memperkuat dominasi DPRD atas kepala daerah.

Tayang:
HO/PRIBADI
POLITIK SANDERA - Pengamat politik sekaligus akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul), Jumansyah. Ia mengatakan, wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dinilai berpotensi melahirkan politik sandera serta memperkuat dominasi lembaga legislatif atas eksekutif. (HO/PRIBADI) 

“Cuman kan kita tetap persis bahwa di dalam politik itu selalu ada yang namanya sesuatu yang tidak transparansi,” sebutnya.

Baca juga: Pilkada Langsung atau Lewat DPRD, DPRD Kaltim: Keduanya Tak Langgar UU

Jumansyah mencontohkan fenomena pergantian antarwaktu (PAW) di lembaga legislatif yang kerap menimbulkan tanda tanya publik, termasuk di Kalimantan Timur.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keputusan partai politik tidak selalu mudah dipahami masyarakat, meskipun kursi legislatif sejatinya merupakan hasil pilihan rakyat.

Lebih jauh, ia menilai jika pilkada melalui DPRD benar-benar diterapkan, maka legitimasi lembaga legislatif akan menjadi jauh lebih dominan dibanding eksekutif.

Hal itu dinilainya akan memengaruhi pola check and balance karena kepala daerah tidak lagi bertanggung jawab langsung kepada masyarakat pemilih.

“Artinya posisi legitimasi itu lebih kuat DPRD lagi ketika dibanding dengan Gubernur atau Wali Kota,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved