Berita Samarinda Terkini
Jelang Imlek dan Ramadan, Harga Telur dan Cabai di Samarinda Melonjak Tajam, Ini Rinciannya
Harga telur dan cabai di Samarinda mulai naik jelang Imlek dan Ramadan 2026, pedagang prediksi kenaikan masih berlanjut
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Harga bahan pokok di Samarinda mulai menunjukkan tren kenaikan signifikan menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan 2026.
Sejumlah komoditas utama seperti telur ayam dan cabai mengalami lonjakan harga yang mulai dirasakan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
Pantauan TribunKaltim.co di Pasar Baqa di Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda pada Senin (16/2/2026).
Sejumlah komoditas dapur seperti telur ayam hingga cabai mengalami lonjakan harga yang membuat ibu rumah tangga harus memutar otak.
Para pedagang memprediksi, harga-harga ini masih berpotensi merangkak naik seiring semakin dekatnya hari besar keagamaan nasional (HBKN).
Baca juga: Curanmor Samarinda Seberang Terungkap, Pelaku Ditangkap Usai Ubah Identitas Motor Curian
Kaharuddin (48) salah satu pedagang telur, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir, rata-rata kenaikan mencapai Rp 2.000 per butirnya.
"Telur kecil sekarang Rp 57.000 per piring, telur sedang Rp 60.000, dan yang besar sudah Rp 63.000," ujar Alvin kepada TribunKaltim.co petang tadi.
Berikut rincian harga telur di Pasar Baqa hari ini;
- Telur Ayam Ras: Rp 57.000 - Rp 63.000 per piring.
- Telur Ayam Kampung: Rp 80.000 per piring.
- Telur Bebek: Rp 85.000 per piring.
Menurut Alvin, pola kenaikan ini selalu berulang setiap tahun menjelang Ramadhan karena permintaan konsumsi rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang melonjak tajam.
Baca juga: Sambut Ramadan 2026, 150 Umat di Samarinda Gelar Pawai Tertib dan Penuh Syiar
Kenaikan paling "pedas" justru terjadi pada komoditas cabai.
Mardiana (51), pedagang cabai di pasar yang sama, mengungkapkan harga cabai rawit merah sudah menyentuh angka Rp 80.000 per kilogram.
Sebelumnya harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp 45.000 hingga Rp 50.000.
"Rawit merah Rp 80.000, rawit hijau juga sama. Kalau lombok merah besar Rp 45.000," ujarnya.
Ditambahkannya, bahwa fluktuasi harga ini sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah seperti Sulawesi dan Banjar.
Baca juga: Kadin Balikpapan Gelar Bazar Murah, Sembako Diskon hingga 50 Persen, Ini Jadwal dan Lokasinya
Jika cuaca buruk dan distribusi terhambat, harga bisa melonjak dalam hitungan jam.
| Tim Irjen Kemendagri ke Kaltim, Momentum Evaluasi Terhadap Kinerja Perangkat Daerah |
|
|---|
| Kondisi Terkini Pasokan Air PDAM Samarinda di Tengah Ancaman Kemarau Panjang |
|
|---|
| Antisipasi Kemarau, PDAM Samarinda Minta Warga Bijak Pakai Air |
|
|---|
| Prof Khojir jadi Guru Besar UINSI Samarinda ke 17, Pesantren jadi Laboratorium Multikulturalisme |
|
|---|
| WFH Samarinda Hemat BBM hingga Rp70 Juta per Hari, Ini Hitungannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260216_Harga-Sembako-Pasar-Pedagang.jpg)