Berita Samarinda Terkini
Pemkot Samarinda Siapkan Rp5 Miliar Tangani Longsor Jalan Merdeka–Sambutan
Pemkot Samarinda menyiapkan Rp5 miliar pada 2026 untuk menangani longsor di Jalan Tembusan Merdeka–Sambutan.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- PUPR Samarinda mengalokasikan sekitar Rp5 miliar khusus penanganan lima titik rawan longsor di jalur Merdeka–Sambutan.
- Metode yang digunakan meliputi geotekstil dan penggalian 5–10 meter di sisi Pelita untuk mencegah longsor mengenai badan jalan.
- Pekerjaan masih tahap darurat dan belum lelang, sementara jalur sudah bisa dilalui terbatas usai pembersihan BPBD.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda memastikan penanganan longsor di jalan tembusan Merdeka–Sambutan bukanlah langkah dadakan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bahkan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar pada 2026 untuk menangani lima titik rawan longsor di jalur alternatif tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Samarinda, Budy Santoso, menegaskan potensi kelongsoran di kawasan itu sebenarnya sudah diprediksi sejak awal perencanaan.
“Sebenarnya itu sudah masuk rencana tahun ini, jadi tahun ini ada anggarannya. Memang itu kan sudah diprediksi kemungkinan longsornya. Makanya di tahun ini kami ada anggaran untuk melaksanakan kelongsoran itu,” jelas Budy, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Penanganan Longsor di Jalan Tembusan Merdeka-Sambutan Samarinda Capai 70 Persen
Menurutnya, alokasi anggaran tahun ini difokuskan khusus untuk penanganan longsor, sementara pekerjaan badan jalan sebelumnya telah rampung.
“Tahun ini Rp 5 miliar rasanya. Itu untuk longsornya saja. Kalau jalan sudah selesai,” ungkapnya.
Dalam teknis penanganan, PUPR menyiapkan dua pendekatan berbeda.
Pada sejumlah titik akan digunakan material geotekstil (geo tech) untuk memperkuat struktur tanah.
Baca juga: Jalan Tembusan Merdeka ke Sambutan Diperbaiki, PUPR Samarinda Fokus Bangun Dinding Penahan Tebing
Namun untuk longsor terbaru di sisi Pelita, metode yang dipilih adalah penggalian massa tanah yang berpotensi kembali bergerak.
“Jadi kami gali aja nanti. Itu kan posisi dia longsor, itu kan kami gali, paling masuk sekitar 5 sampai 10 meter. Jadi kalau seandainya longsor, tidak kena badan jalan lagi,” paparnya.
Budy menjelaskan, opsi penggalian dinilai lebih realistis dibandingkan membangun turap di seluruh titik rawan.
Selain pertimbangan teknis, aspek kepemilikan lahan juga menjadi perhatian.
“Kalau kita gali kan kemungkinan masih boleh sama yang punya tanah. Jadi kalau digali kan dia tidak bisa longsor lagi,” ujarnya.
Baca juga: BPBD Samarinda Sebut Perencanaan Jalan Tembusan Sambutan-Sungai Pinang Kurang Matang
Ia mengakui pekerjaan sebelumnya memang difokuskan pada penyelesaian badan jalan, sementara penanganan tebing dan potensi longsor belum sepenuhnya dilakukan.
Titik longsor terbaru berada di sisi Pelita, sedangkan sisi Merdeka disebut telah lebih dulu ditangani.
| Astra Motor Kaltim 2 Libatkan Guru SMK dalam Technical Skill Contest 2026 |
|
|---|
| Visi Misi 5 Bakal Calon Rektor Unmul Mendadak Ditunda, Ini Alasan Senat |
|
|---|
| Menara Ikonik Taman Samarendah Terancam Dibongkar, Ini Penjelasan Pemkot Samarinda |
|
|---|
| Jadwal Mati Air di Samarinda Hari Ini 10 Juni 2026, Daftar Daerah Terdampak dan Estimasi Waktunya |
|
|---|
| Lahan Milik Pemkot Samarinda di Palaran Diduga Dijarah Ilegal, Andi Harun Gandeng Kejari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260224_-Jalan-tembusan-MerdekaSambutan-Samarinda.jpg)