Perampokan di Samarinda
Modus Kurir Paket Berujung Perampokan di Samarinda, Diduga Dipicu soal Utang
Korban bernama Syamsuddin (58) bersama keluarganya menjadi sasaran komplotan pelaku yang datang dengan modus berpura-pura sebagai kurir paket.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Briandena Silvania Sestiani
Setelah berhasil melumpuhkan korban, para pelaku kemudian menggiring Syamsuddin menuju kamar untuk mencari uang tunai dan barang berharga lainnya.
Saat itu, korban sempat meminta para pelaku menunggu karena istrinya baru selesai mandi di dalam kamar. Namun permintaan tersebut justru membuat salah satu pelaku emosi.
Tembakan ke Plafon Bikin Korban Ketakutan
Ketegangan semakin memuncak ketika salah seorang pelaku melepaskan tembakan ke arah plafon rumah menggunakan senjata jenis airsoft gun.
Airsoft gun merupakan replika senjata api yang menggunakan peluru kecil berbentuk gotri. Meski bukan senjata api asli, benda ini tetap dapat melukai dan kerap digunakan pelaku kriminal untuk menakut-nakuti korban.
Tembakan itu membuat plafon rumah berlubang dan suasana di dalam rumah semakin mencekam. Korban yang khawatir keselamatan keluarganya terancam akhirnya memilih menyerahkan uang yang dimiliki.
Dalam kondisi tertekan, Syamsuddin memberikan uang Rp10 juta yang tersimpan di dalam tas. Ia juga menyerahkan tambahan Rp1 juta dari saku celana dengan harapan para pelaku tidak menggeledah tempat penyimpanan perhiasan milik istrinya.
Namun komplotan tersebut ternyata tidak berhenti sampai di situ.
Mereka turut membawa berbagai barang elektronik milik korban, mulai dari ponsel Redmi Note 14, MacBook Apple, laptop Asus, iPad, ponsel Realme XT hingga uang Rp100 ribu dari dompet istri korban.
“Total kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta. Para pelaku kemudian kabur meninggalkan korban dan anaknya dalam kondisi terikat dan mata tertutup lakban,” kata AKP Baihaki.
Korban Lepaskan Diri Bersama Istri
Setelah para pelaku kabur, korban bersama istrinya berusaha melepaskan diri dari lilitan lakban. Dalam kondisi panik, keduanya saling membantu menarik perekat yang membelenggu tangan mereka.
“Jadi korban saling tarik menarik dengan istrinya sampai terlepas, baru keluar meminta pertolongan warga yang kemudian melapor kepada kami,” ujar Baihaki.
Laporan warga tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Tim gabungan dari Jatanras Polda Kaltim, Polresta Samarinda, dan Polsek Samarinda Seberang segera melakukan penyelidikan.
Jatanras sendiri merupakan singkatan dari Kejahatan dan Kekerasan, unit kepolisian yang menangani kasus kriminal berat seperti perampokan dan pembunuhan.
Polisi Tangkap Empat Pelaku
Berbekal rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku dan melakukan pengejaran dalam waktu singkat.
| 8 Fakta Perampokan Bermodus Kurir Paket di Samarinda, Pelaku Sempat Tembak Plafon, 4 Orang Tersangka |
|
|---|
| Perampokan Bermodus Kurir di Samarinda, Korban dan Anak Dilakban Saat Salat Ashar |
|
|---|
| Pelaku Perampokan Modus Penggembosan Ban Beraksi di 5 Titik Samarinda, Gasak Uang Ratusan Juta |
|
|---|
| IRT Dirampok dan Ditikam, Uang Rp 100 Juta dan Perhiasan Amblas, Polisi Sinyalir Adanya Kejanggalan |
|
|---|
| 5. Perampok Nasabah Bank di Samarinda tak Pakai Cadar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260512_ilustrasi-perampokan.jpg)