TribunKaltim/

Seorang Pelajar Diperkosa Pegawai Swasta, Setelah Berkenalan lewat BBM ‎

Keduanya memang sudah berkenalan lewat BBM sekitar dua bulanan, kemudian setelah sering BBM man lama-lama saling kenal dan janjian ketemuan.

Seorang Pelajar Diperkosa Pegawai Swasta, Setelah Berkenalan lewat BBM  ‎
iStock-Getty Images/KatarzynaBialasiewicz
Ilustrasi. 

TRIBUNKALTIM.CO, PALANGKARAYA -Perkenalan Bunga (bukan nama sebenarnya), seorang siswi salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah lewat BlackBerry Messenger (BBM) berujung petaka. Ia menjadi korban pemerkosaan.

Perkenalannya dengan seorang pria dengan inisial AS (21) yang diketahui merupakan warga di Jalan Menteng, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, Kalteng itu berawal dari Broadcast BlackBerry Messenger .

"Keduanya memang sudah berkenalan lewat BBM sekitar dua bulanan, kemudian setelah sering BBM man lama-lama saling kenal dan janjian ketemuan atau yang akrab disebut kopi darat," kata Kasat Reskrim Polresta Palangkaraya, AKP Todoan Gultom, Selasa (29/3/2016).

BACA JUGA: Polresta Dukung Pemkot soal Pemberlakuan Jam Malam

AS (21) yang merupakan pegawai swasta ini, dikabarkan meski sudah beristri, belum punya anak sehingga kerap memang broadcast untuk mencari kenalan perempuan.

Rupanya, sebut kasat, gayung bersambut sehingga Bunga (16) asal Desa Timpah, Kecamatan Pujon, Kapuas, Kalteng sempat datang ke rumah pelaku tepatnya 6 Maret 2016 lalu, yang saat itu diajaklah bunga oleh AS ke rumah seorang kawannya di Jalan G Obos 8 sehingga terjadilah tindakan asusila tersebut.

Sebelum kejadian tindakan asusila tersebut, bunga ditawari minuman keras berupa malaga bercampur minuman berenergi hingga akhirnya korban mabuk. Melihat Bunga mabuk dan diduga saat itulah terjadi tindakan asusila di kamar rumah kawannya tersebut.

BACA JUGA: Kebiri Saja Orang tua Pelaku Pemerkosaan Terhadap Anaknya Sendiri!

Menurut Kasat, ada dua versi terkait tindakan asusila yang dimaksud sehingga pihaknya akan menelisik lebih jauh kasus ini.

Versi korban saat mabuk tersebut dia diperkosa, tetapi pengakuan pelaku saat itu dia tidak melakukan pemerkosaan, hanya melakukan pencabulan saja dengan memasukkan jarinya ke kemaluan korban.

Menurut AKP Todoan, pelaku dilaporkan oleh orangtua korban sejak 14 Maret 2016 yang lalu, dan diamankan tanggal 22 Maret 2016 lalu. "Awalnya, pelaku hanya dikenakan wajib lapor saja, tetapi mulai tanggal 22 Maret sudah dilakukan penahanan," kata AKP Todoan Gultom.

Sedangkan, pasal yang akan dikenakan terhadap Pelaku adalah, Pasal 81 ayat 2 junto 82 ayat 1 UU RI No 35 th 2014, tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang masih berumur 15 tahun dan Pasal 286 KUHP 9, jo pasal 290 KUHP 7 tahun tentang dugaan persetubuhan terhadap anak dibawah umur dengan ancaman 9 tahun penjara. (Fathurahman)

**

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help