Kamis, 16 April 2026

Opini

Wahai Pemimpin Tirulah Kesederhanaan Hatta dan Natsir

George McTurman Kahin, salah seorang Guru Besar Universitas Cornell Amerika yang kenal dengan Natsir sempat terheran-heran dengan kesederhanaan Natsir

Editor: Amalia Husnul A
Wikipedia
Menteri-menteri dari Kabinet Natsir dengan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. 

Moehammad Natsir tiga kali menjadi Menteri Penerangan dan sekali menjadi Perdana Menteri, bukan untuk mencari uang atau memperkaya diri. Bahkan George McTurman Kahin, salah seorang Guru Besar Universitas Cornell Amerika yang kenal dengan Natsir sempat terheran-heran dengan kesederhanaan seorang Natsir, hingga baju yang dikenakannya saat menjabat sebagai Menteri adalah baju yang penuh tambalan.

Dan yang sungguh luar biasa semasa menjabat sebagai pejabat ia hanya memiliki 2 setel kemeja. Di saat masa  jabatannya habis, Natsir meninggalkan kantor kementeriannya pulang menuju rumah dengan mengayuh sepeda berboncengan dengan sopirnya.

BACA JUGA: Denny Indrayana Pastikan Penuhi Panggilan Penyidik Bareskrim

Mobil dinasnya langsung diserahkan saat itu juga kepada negara. Negara kita sebenarnya surplus keteladanan. Tidak hanya dua sosok anak bangsa tersebut, ada sosok-sosok lain yang keteladanaannya pantas dicatat dengan tinta emas, sebut saja Jenderal Hoegang sang perwira polisi dan Baharuddin Lopa mantan Jaksa Agung yang terkenal dengan integritas dan keteladanannya sebagai pejabat negara.

Namun mengulas cerita keteladanan dua sosok-sosok manusia besar tersebut hanya akan melahirkan 2 rasa didalam diri kita, yaitu rasa kagum dan rasa kecewa. Kagum bahwa bangsa kita pernah memiliki sosok politikus sederhana seperti mereka. Gandhi, Nelson Mandela, Ahmadinejad, atau Lula Da Silva, mereka dengan idealisme dan konsistensinya mampu melahirkan kredibiltas moral mereka dalam perilaku politik sehari-hari mereka.

BACA JUGA: Tiga Tersangka Kasus Lahan Pelabuhan Kenyamukan Dikenai Tahanan Kota

Integritas mereka menjadi pandu pandang dan sentrum dari setiap sikap dan kebijakan-kebijakan mereka.
Kecewa, karena hari ini sulit rasanya melihat sosok keteladanan mereka pada pemimpin-pemimpin di sekitar kita. Kemewahan seakan jadi syarat pertama kepemimpinan mereka.

Tapi, semoga dengan mengulas keteladanan sepenggal kisah mereka juga sebuah tuntutan. Tuntutan kepada generasi-generasi kita bahkan ada tanggung jawab kita untuk mencontoh sikap-sikap baik mereka dan mengilhami pikiran-pikiran kita. (*)

dan Klik Saja Follow @tribunkaltim serta Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved