Pelajar Tidak Mampu Dapat BSM, Kepala Sekolah di Berau Diimbau Hati-hati Menyusun Daftar

Pemerintah telah mewajibkan pendidikan dasar dari jenjang SD, SMP dan SMA. Karena itu, sekolah-sekolah milik pemerintah tidak lagi dipungut biaya

Pelajar Tidak Mampu Dapat BSM, Kepala Sekolah di Berau Diimbau Hati-hati Menyusun Daftar
TRIBUN KALTIM/ GEAFRY NECOLSEN
Pemerintah pusat mengalokasikan dana untuk membantu para pelajar yang tidak mampu secara ekonomi, khusus pelajar tingkat SMP akan mendapat bantuan Rp 1,5 juta per siswa. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pelajar Tidak Mampu Dapat BSM, Kepala Sekolah di Berau Diimbau Hati-hati Menyusun Daftar

Pemerintah telah mewajibkan pendidikan dasar dari jenjang SD, SMP dan SMA. Karena itu, sekolah-sekolah milik pemerintah tidak lagi dipungut biaya sekolah.

Meski begitu, para orangtua murid harus tetap merogoh kocek untuk menunjang pendidikan anak-anak mereka.

Usai Bunuh Ibu Kandungnya, Seorang Pria di Berau Malah Nongkrong Bareng Tetangganya

Ditpolairud Polda Kaltim Amankan 22 Bom Ikan di Perairan Berau, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Setelah Lumpuh 2 Pekan, Aktivitas Penerbangan di Bandara Kalimarau, Berau Sudah Kembali Normal

Sejak Awal Tahun Hingga Agustus 2019, 16 Orang Tewas Karena Kecelakaan Lalu Lintas di Berau

Untuk membantu meringankan beban orangtua siswa yang tidak mampu secara ekonomi, pemerintah memberikan Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Bahkan bantuan bagi pelajar yang tidak mampu secara ekonomi ini menurut Kepala Dinas Pendidikan Berau, Murjani, melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Iwan, bersifat wajib.

Pihaknya juga memastikan, program BSM ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena BSM dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Namun untuk mendapat bantuan ini, pelajar yang tidak mampu secara ekonomi, wajib masuk dalam data pokok pendidikan.

Data penerima BSM ini berdasarkan pengajuan dari sekolah masing-masing. Karena itu, Iwan juga mengingat kepada seluruh kepala sekolah, harus berhati-hati saat mengajukan data pokok pendidikan.

Karena penerima BSM akan diverifikasi terlebih dahulu untuk menghindari penerima bantuan fiktif atau tidak tepat sasaran.

“Kepala sekolah harus berhati-hati mendata siswa yang benar-benar berhak menerima BSM ini. Karena tujuan program ini untuk peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa,” tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved