Gibran Rakabuming Keukeuh Maju Pilkada Solo Lewat PDIP, Ayah Jan Ethes Ditantang Mantan Wakil Jokowi

Gibran Rakabuming Keukeuh Maju Pilkada Solo Lewat PDIP, Ayah Jan Ethes Ditantang Mantan Wakil Jokowi

Instagram/Kaesang
Gibran Rakabuming Keukeuh Maju Pilkada Solo Lewat PDIP, Ayah Jan Ethes Ditantang Mantan Wakil Jokowi 

TRIBUNKALTIM.CO - Gibran Rakabuming Keukeuh Maju Pilkada Solo  Lewat PDIP, Ayah Jan Ethes Ditantang Mantan Wakil Jokowi.

Sosok Gibran Rakabuming menjadi sorotan lantaran diirinya dikabarkan maju dalam Pilkada Solo.

Suami dari Selvi Ananda ini disebut-sebut bakal mengikuti jejak ayahnya, Jokowi untuk terjun di bidang politik.

Tanpa PDIP Gibran Rakabuming Tetap Pede Maju Pilkada Solo, Mantan Wakil Jokowi Beri Peringatan

Fahri Hamzah Beri Masukan ke Gibran Rakabuming, Singgung Susu Sebelanga dan Susu Martabak

Gibran Mendaftar Melalui DPP PDIP, Rudy: Silahkan Saja

Bila Akhirnya Usung Gibran di Pilkada Solo, Pengamat Ungkap Hal Buruk yang Bisa Terjadi di PDIP

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka memastikan maju di Pilkada Solo 2020 melalui jalur partai.

Bos Markobar itu meyakini dirinya masih memiliki kesempatan untuk mengikuti kontestasi pesta demokrasi lima tahunan melalui PDI-P.

"Saya sudah daftar PDI-P. Saya kan juga tidak pernah sekalipun, di mana pun, pada siapa pun bilang kalau saya akan maju independen," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/10/2019).

Gibran mengaku telah menerima kartu tanda anggota (KTA) dari PDIP. Dengan demikian, dirinya akan tetap maju di Pilkada Solo melalui PDIP.

"Saya itu sudah dapat KTA PDI-P, sudah menjadi kader PDI-P, ya majunya lewat PDI-P," ujar suami Selvi Ananda tersebut.

Gibran juga mengatakan telah melakukan konsultasi politik dengan beberapa senior PDI-P di Jakarta terkait keinginannya maju di Pilkada Solo.

Dari hasil konsultasi itu dirinya masih mempunyai kesempatan untuk mendaftar melalui DPD atau DPP PDI-P.

"Jadi, sudah jelas ya saya tidak akan maju lewat independen. Saya akan berjuang untuk tetap maju lewat PDIP," tegas Gibran.

Gibran diketahui telah mendaftarkan diri sebagai anggota PDIP Kota Surakarta.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah Gibran untuk ikut maju di Pilkada Solo 2020.

Akan tetapi, dari hasil penjaringan tertutup yang dilakukan PDIP Kota Surakarta muncul nama Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung di Pilkada Solo.

Surat penugasan PDIP Kota Surakarta untuk Purnomo dan Teguh telah dikirim ke DPP dan DPD PDIP untuk mendapatkan rekomendasi.

Sehingga peluang Gibran maju dari PDIP Kota Surakarta sudah tertutup.

Peluang Gibran untuk maju menjadi calon wali kota adalah melalui jalur independen.

Sebagai konsekuensinya Gibran dicoret dari keanggotaan PDIP Kota Surakarta.

"Mas Gibran sudah menyatakan masuk menjadi keluarga besar PDIP. Dan, akan taat dan patuh kepada keputusan partai, kalau mau maju independen berarti tidak menghargai statement-nya diri sendiri," ungkap Ketua DPC PDIP Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo yang juga mantan wakil jokowi saat menjabat Wali Kota Solo 

"Kalau mau lewat independen boleh-boleh saja. Itu hak asasi manusia untuk ikut pesta demokrasi. Kalau sudah di luar PDIP kan tidak mengakui dirinya sebagai anggota partai. Tidak usah dicabut, langsung dicoret," tegas Rudy.

Disebut Maju Lewat Independen

Tanpa PDIP Gibran Rakabuming Tetap Pede Maju Pilkada Solo, Mantan Wakil Jokowi Beri Peringatan 

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming sudah yakin maju dalam Pilkada Solo 2020.

Meski tanpa dukungan PDIP, Gibran Rakabuming disebut tetap maju lewat jalur independen 

 Edhy Prabowo disebut Calon Menteri Jokowi, ini kata Mantan Atlet Silat & Anak Buah Prabowo Subianto

 Nama-nama Calon Menteri Jokowi Bocor, di Kop Surat ada Foto Joko Widodo - Maruf Amin

 6 Politisi Gerindra Diisukan Jadi Calon Menteri Jokowi dari Prabowo Subinato Hingga Rahayu Saraswati

 Ali Mochtar Ngabalin Minta KPK Tak Baper Soal Menteri Kabinet Pilihan Presiden Joko Widodo

Keinginan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon wali kota di Pilkada Solo 2020 sudah bulat.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Forum Muda Visioner Solo yang merupakan pendukung Gibran di Pilkada 2020, Antonius Yogo Prabowo, saat dikonfirmasi Kompas.com, di Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/10/209).

"Kami kemarin diundang ke rumah Mas Gibran. Kami sudah branding (Mas Gibran) jangan-jangan kami bertepuk sebelah tangan. Tapi ternyata tidak. Di luar dugaan jawaban Mas Gibran luar biasa," kata Yogo.

Dalam pembicaraannya itu, ungkap Yogo, Gibran siap bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan di Solo.

"Mas Gibran mengatakan 'Saya all out, saya siap untuk bertarung di pencalonan kepala daerah. Dan, saya siap memaparkan banyak planning dan visi misi untuk membangun Solo'," kata Yoga menirukan Gibran.

Gibran diketahui telah mendaftarkan diri sebagai anggota PDI-P Kota Surakarta.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah Gibran untuk ikut maju di Pilkada 2020.

Akan tetapi, dari hasil penjaringan tertutup yang dilakukan PDI-P Kota Surakarta muncul nama Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung di pilkada.

Surat penugasan PDI-P Kota Surakarta untuk Purnomo dan Teguh telah dikirim ke DPP dan DPD PDI-P untuk mendapatkan rekomendasi. Dengan demikian, peluang Gibran maju dari PDI-P Kota Surakarta sudah tertutup.

Peluang Gibran untuk maju menjadi calon wali kota adalah melalui jalur independen, tetapi dengan konsekuensi nama Gibran bakal dicoret dari keanggotaan PDI-P Kota Surakarta.

"Mas Gibran sudah menyatakan masuk menjadi keluarga besar PDI-P dan akan taat dan patuh kepada keputusan partai. Kalau mau maju independen, berarti tidak menghargai statement diri sendiri,"ungkap Ketua DPC PDI-P Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo yang juga mantan wakil Jokowi saat menjabat Wali Kota Solo 

"Kalau mau lewat independen boleh-boleh saja. Itu hak asasi manusia untuk ikut pesta demokrasi. Kalau sudah di luar PDI-P kan tidak mengakui dirinya sebagai anggota partai. Tidak usah dicabut, langsung dicoret," ujar Rudy.

Menanggapi hal itu, Yogo yang juga menjabat sebagai Dewan Penasihat DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Solo mengatakan PSI siap mendukung Gibran jika harus melalui jalur independen.

PSI, kata dia, sudah melakukan upaya penggalangan dukungan untuk Gibran dengan mengumpulkan 40.000 kartu tanda penduduk (KTP).

Dia menyebut, alasan mengumpulkan 40.000 KTP karena syarat maju calon wali kota jalur independen sekitar 36.000 suara.

"Kami mengambil 40.000 KTP supaya ketika nanti diverifikasi KTP tersebut bermasalah atau tidak terverifikasi, kami masih aman. Jadi, ada cadangan kalau ada KTP yang tidak terverifikasi," katanya.

Anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka mengurus pembuatan kartu tanda anggota (KTA) di Kandang Banteng kantor DPC PDI Perjuangan (PDIP) Solo, Senin (23/9/2019).
Anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka mengurus pembuatan kartu tanda anggota (KTA) di Kandang Banteng kantor DPC PDI Perjuangan (PDIP) Solo, Senin (23/9/2019). (TribunKaltim.Co/HO)

Fahri Hamzah Beri Masukan ke Gibran Rakabuming

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming ramai disebut-sebut bakal meramaikan bursa pencalonan wali kota di Pilkada Solo 2020.

Keseriusan Gibran Rakabuming terjun ke politik makin jadi sorotan setelah kakak Kaesang Pangarep itu bergabung menjadi kader PDI Perjuangan sejak September lalu.

Nama Gibran Rakabuming pun mulai serius dijajaki dalam bursa pencalonan wali kota Solo.

Namun, saat disinggung soal bakal calon wali kota Solo, Gibran enggan bicara banyak.

Pria berdarah Solo, Jawa Tengah itu, berpendapat belum saatnya jika ia membahas dunia politik.

"Ntar aja, belum waktunya, ini kan lagi ngomong usaha, pilkada masih lama," katanya beberapa waktu lalu.

Diketahui, sebelumnya Gibran Rakabuming resmi bergabung menjadi kader PDIP sejak September lalu.

Gibran mendaftar melalui ranting Manahan, bagian dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Banjarsari, Surakarta.

Kabar Gibran bakal maju di Pilkada Solo rupanya turut dikomentari oleh Fahri Hamzah.

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berkomentar mengenai langkah politik Gibran Rakabuming.

Melalui akun Twitternya, Fahri Hamzah memberikan saran agar Gibran tidak terpancing masuk ke politik.

Fahri Hamzah mengomentari tautan berita media online yang mengabarkan soal pencalonan Gibran.

"Kalau saya boleh kasi masukan ke Gibran, jangan ambil bagian dalam kekuasaan meskipun itu pilihan rakyat..itu membebani reputasi babenya...jangan mau diolok-olok oleh penjilat yang akhirnya merusak susu sebelanga...mendingan susu dibikin martabak saja...eman2," tulis Fahri Hamzah.

Tangkap layar cuitan Fahri Hamzah
Tangkap layar cuitan Fahri Hamzah (Twitter @Fahrihamzah)

Bukan hanya Fahri Hamzah yang menyoroti langkah Gibran masuk politik.

Sebelumnya, budayawan Sujiwo Tejo juga buka suara.

Tampil di Indonesia Lawyer Club, Sujiwo Tejo mengatakan tidak bisa menyalahkan Jokowi bila Gibran jadi calon wali kota di Solo dan menantunya jadi calon wali kota Medan.

"Itu hak konstitusi mereka, saya nggak bisa menyalahkan. Dan kalaupun saya jadi Pak Jokowi juga tidak bisa menolak," ujar Sujiwo Tejo.

Namun persoalannya sekarang adalah Jokowi dicitrakan selalu bersih dari urusan-urusan politik anaknya.

"Mungkin belum saatnya sekarang nyalon. Tapi begitu sekarang nyalon kepercayaan rakyat menurun," ujar Sujiwo Tejo.

Usaha diwariskan ke Kaesang?

Sebelumnya, Gibran Rakabuming buka suara soal masa depan usahanya.

Dia menyebut adiknya, Kaesang Pangarep, adalah orang yang tepat untuk mengatur bisnisnya.

Ayah Jan Ethes itu mengungkapkan sang adik, Kaesang Pangarep, akan meneruskan seluruh usaha kuliner miliknya.

"Ya kalau usaha, bisnis kan bisa dijalankan orang lain,"

"Sekarang kan Kaesang sudah lulus, sudah bisa saya delegasikan ke Kaesang,"

"Minggu depan dia lulus," ujar Gibran Rakabuming saat Grid.ID jumpai di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (6/10/2019).

Terkait usaha kuliner, Gibran sudah mempercayakan seluruhnya kepada sang adik.

Suami Selvi Ananda itu yakin Kaesang mampu mengelola bisnis yang telah lama dibangunnya.

"Ya sebagian besar akan di-manage oleh Kaesang," jelasnya.

Sementara itu, saat disinggung soal bakal calon wali kota Solo, Gibran enggan bicara banyak.

Spanduk Gibran terus bermunculan

Spanduk bergambar foto anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang digadang-gadang maju Pilkada Solo 2020 terus bermunculan di berbagai penjuru Solo, Minggu (22/9/2019).

Padahal berdasarkan penelusuran TribunSolo.com pada Sabtu (21/9/2019) spanduk berukuran 50 cm x 3 meter tersebut hanya muncul di kawasan Palang Joglo, Kecamatan Banjarsari dan Jalan Ir Sutami, Kecamatan Jebres.

Seakan seluruh penjuru Solo sudah 'dipenuhi' baliho anak orang nomor satu di Indonesia yang diperkirakan maju Pilkada Solo 2020.

Yakni selain di kawasan Palang Joglo, Kecamatan Banjarsari dan Jalan Ir Sutami, Kecamatan Jebres, ada Jalan RM Said, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Jalan Veteran Kecamatan Laweyan dan kawasan Serengan.

Bahkan di kawasan Jalan Kapten Mulyadi, Kecamatan Pasar Kliwon, spanduk Gibran berwarna-warni layaknya spanduk ayahnya, Jokowi saat Pilpres 2019 lalu.

Di seberang spanduk yang bertuliskan 'Solo Rumah Kita Bersama' itu, juga ada spanduk bakal calon yang diusung oleh PDIP Solo, Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.

Namun dari berbagai spanduk, hanya ada di sebelah selatan kantor Lurah Ketelan bertuliskan 'Solo Omahku Gibran Pemimpinku Komunitas Biker Solo' itu, memuat identitas pemasang.

Ya, di spanduk tetulis Komunitas Biker Solo.

Seorang petugas parkir di Jalan RM Said, Mulyono mengungkapkan, spanduk sudah terpasang saat dirinya datang bekerja pukul 10.00 WIB.

"Saya tidak tahu siapa yang memasang, yang jelas itu sudah terpasang saat saya datang ke sini," kata Mulyono saat ditemui TribunSolo.com.

Pintu tertutup

Sementara, PDI Perjuangan (PDIP) Solo memastikan menutup pintu bagi anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Solo 2020.

Sebabnya, berkas calon atas nama Achmad Purnomo-Teguh Prakosa diserahkan ke DPP di Jakarta pada Senin, 23 September 2019.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menerangkan, partai berlambang banteng moncong putih dipastikan itu tidak akan mengajukan nama Gibran Rakabuming Raka ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jateng maupun DPP di Jakarta.

"Sudah tidak ada pintu, sudah tidak ada lagi peluang, jadi pada Senin, 23 September 2019 diserahkan DPP nama calonnya," tutur pria yang akrab disapa Rudy itu kepada wartawan di Rumah Dinas Wali Kota, Lodji Gandrung, Minggu (22/9/2019).

"Anak ranting, pengurus anak cabang (PAC), dan DPC sudah mantap mengusung nama Achmad Purnomo-Teguh Prakosa, jadi tugas tim khusus rekruitmen selesai," imbuhnya membeberkan.

Semua syarat pendaftaran Achmad Purnomo yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Solo bersama dirinya dan Teguh Prakosa merupakan Ketua DPRD Solo periode 2014-2019 itu, akan diproses Senin, 23 September 2019.

"Senin besok, mereka berdua (calon kami PDIP) akan menyerahkan syarat-syarat pendaftaran," tutur Rudy.

"Itu langsung kami kirimkan langsung ke DPD dan DPP," paparnya menegaskan.

Rudy kemudian menjelaskan, jikalau putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka ingin maju bersama partai lain ataupun melalui jalur independen sekalipun dalam Pilkada Solo 2020, dinilai sah-sah saja.

"Namun Gibran lebih baik tidak maju di Pilkada besok (2020), tetapi tahun 2024 saja," tutur Rudy.

"Jika Gibran mencalonkan diri sekarang, bapaknya (Jokowi) masih jadi Presiden, jadinya saya sayang sama keluarganya, " imbuhnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved