Pasokan Bahan Bakar Minyak di Samarinda Terbatas, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 1 Kilometer

Pasokan Bahan Bakar Minyak di Samarinda Terbatas, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 1 Kilometer

Pasokan Bahan Bakar Minyak di Samarinda Terbatas, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 1 Kilometer
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
BBM TERBATAS - Antrean panjang kendaraan akibat menunggu giliran BBM di SPBU, Jalan A Yani, Rabu (30/10/2019). 

LPG di Samarinda.

"PT Pertamina Patra Niaga rencananya akan membangun depot pengisian BBM, LPG & Aspalt yang sangat

penting dalam meningkatkan Jaminan Ketersediaan pasokan utamanya BBM & LPG di Samarinda.

Karena itu kami berharap dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya dari

Bapak Walikota Samarinda,” jelas Ayulia (Sabtu, 26/10/19).

Kunjungan kerja yang telah dilakukan sejak Selasa lalu ke lahan berluasan 10 hektar ini nantinya

direncanakan akan menggantikan fungsi depot di Jalan Cendana dalam penyaluran BBM dan LPG di

kota Samarinda.

"Kunjungan kerja Walikota Samarinda di lahan yang disiapkan sebagai lokasi pembangunan

Depot BBM, LPG & Aspalt di Samarinda kami anggap merupakan bentuk dukungan nyata dalam

meningkatkan kualitas layanan pasokan khususnya BBM & LPG yang menjadi tugas utama PT Pertamina

Patra Niaga," ujarnya.

Disisi lain Syaharie Jaang menyampaikan sebelumnya lokasi tersebut dalam rancangannya merupakan

area pertanian, sedangkan area palaran sejak dulu dikatakan Jaang memang merupakan area industri.

"Tapi ini sambil jalan saja, lagipula pihak pemkot juga sedang melakukan revisi rencana tata ruang wilayah

( RTRW )," ucapnya.

Tim Khusus Razia Kendaraan Modifikasi dan Pengetab

Diberitakan sebelumnya, keluhan beberapa masyarakat tentang sulitnya mendapatkan BBM

karena kalah saing dengan para pengetap mendapatkan respon pemerintah.

Hal tersebut direspon oleh Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Kabupaten Kutai Timur Pasombaran, Jumat (25/10/2019) siang.

Pasombaran sudah menerima keluhan dari masyarakat tentang sulitnya mendapatkan BBM di

beberapa SPBU yang ada di kota Sangatta.

Tidak hanya masyarakat yang melapor adanya kendaraan modifikasi yang membuat ukuran tangki jadi

lebih besar.

Pasombaran juga pernah melihat langsung ada salah satu mobil berukuran sedang jenis jip membeli BBM

jenis premium.

Namun pada saat ia melihat angka di pompa BBM, jumlah yang masuk ke mobil tersebut kelewat batas.

"Kemarin pernah saya melihat mobil jenis Katana. Yang saya tahu ukuran tangki mobil itu tidak sampai 50 liter.

Kebetulan saya di belakangnya, mau isi bensin saya lihat meterannya bisa sampai 100 liter.

Saya tegur ke petugas jangan lebih dari itu," ucapnya.

Menurutnya tidak ada sanksi khusus bagi para pengetap yang mengisi bahan bakar.

Hanya saja demi kemaslahatan bersama, dirinya berencana akan membuat tim khusus untuk

memberantas pengetap nakal. Hanya saja ia melarang pengetap menggunakan kendaraan modifikasi

untuk mengisi BBM di SPBU.

"Tidak ada larangan pengetap itu yang saya tahu. Tapi kalau memang dia sekali isi sudah kelewat batas langsung ditindak.

Rencananya tim tersebut berisikan Satpol PP, Pertamina dan kepolisian," ucapnya. (jnp)

Baca Juga;
Panggil Pengecer BBM dan Pom Mini, Walikota Tekankan Urus Izin usaha

Keluhkan Pengetap di Sangatta, Warga Keluhkan Antre Berjam-jam dan Kehabisan BBM

Masyarakat Mengeluh Maraknya Pengetap di SPBU Sangatta, Sepeda Motor bisa Bawa Drum Beli BBM

BREAKING NEWS Warga Datangi Pemkab Kutim, Kesulitan Mendapat BBM Premium dan Pertalite di SPBU

Puluhan Nelayan di Pulau Maratua dan Derawan Kekurangan BBM

Kendalikan Distribusi Bahan Bakar Premium, Pemprov Kaltara Ujicoba Aplikasi SIMDALI-BBM

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved