Harga Air Desalinasi PDAM Balikpapan, Rencana Rp 15 Ribu Per Kubik, Tergantung Kesepakatan Bersama

Nah, harga air baku desalinasi PDAM Balikpapan Kalimantan Timur, Di Awal Rp 15 Ribu Per Kubik, Tergantung Kesepakatan Bersama

Harga Air Desalinasi PDAM Balikpapan, Rencana Rp 15 Ribu Per Kubik, Tergantung Kesepakatan Bersama
Tribunkaltim.co/Fachmi Rachman
Pemukiman baru di Balikpapan, Pesona Bukit Batuah yang sejauh ini belum mendapat sambungan maksimal air PDAM Balikpapan, Desember 2019. Nah, harga air baku desalinasi PDAM Balikpapan Kalimantan Timur, Di Awal Rp 15 Ribu Per Kubik, Tergantung Kesepakatan Bersama 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Nah, harga air baku desalinasi PDAM Balikpapan Kalimantan Timur, Di Awal Rp 15 Ribu Per Kubik, Tergantung Kesepakatan Bersama 

Rencana PDAM Balikpapan melalukan desalinasi atau penyulingan air laut menjadi air tawar atau air baku siap konsumsi terus digencarkan.

Upaya menarik investor dilakukan PDAM Balikpapan, Kalimantan Timur, gambaran harga pun sudah dipaparkan. 

Proyek desalinasi pertama di Indonesia, PDAM Balikpapan  belum ambil untung jual Rp 15 ribu perkubik

Direktur PDAM Balikpapan Haidir Effendi menyebut, proyek desalinasi yang akan direalisasikan merupakan proyek pertama di Indonesia yang akan digarap PDAM bersama investor.

Namun demikian, ia mengakui  proyek desalinasi ini memang sudah lebih dulu dilakukan pihak swasta.

Namun pihak swasta pun masih melakukannya dalam skala yang kecil, belum dalam skala besar.

Haidir Effendi mengatakan, di awal proyek desalinasi nanti pihak PDAM saat ini masih belum mengambil keuntungan.

Baca Juga• Tangki Tak Bertuan di Tanah Pemkab PPU, DPRD Penajam Paser Utara Gelar Rapat Dengar Pendapat

Baca Juga• Gelar Rekonstruksi Pembunuhan, Polres Balikpapan Temukan Penambahan, 4 Adegan Ini Jadi Inti

Baca Juga• Rekonstruksi Pembunuhan di Jl Siaga Balikpapan, Ini Penyebab Korban Tewas Karena Diduga Selingkuh

Baca Juga• 5 Desember Paling Cepat Pra Kualifikasi Desalinasi Balikpapan, PDAM akan Beli Air Pada Investor

"Sementara ini, kita tidak mengejar untung dulu, tapi memang perusahaan pasti cari untung.

Tapi saya lebih condong target pertama adalah ada barang untuk memenuhi kebutuhan," ujar Haidir Effendi saat ditemui Tribunkaltim.co.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved