Sederet Polemik Penegakan HAM dalam 100 Hari Kerja Jokowi, Nasib Perempuan hingga Kasus Tamansari

Jokowi dan Maruf Amin sudah 100 hari menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

Sederet Polemik Penegakan HAM dalam 100 Hari Kerja Jokowi, Nasib Perempuan hingga Kasus Tamansari
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
100 HARI JOKOWI - Aktivis HAM dan keluarga korban pelanggaran HAM memperingati 10 Tahun Aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/1/2017). Kamisan sebagai bentuk perlawanan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia dalam melawan lupa telah berlangsung selama 10 tahun sejak aksi pertama di depan Istana Merdeka pada 18 Januari 2007. 

TRIBUNKALTIM.CO - Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sudah 100 hari menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

Seperti yang diketahui, kabinet Indonesia Maju telah bekerja 100 hari pada hari Kamis (30/1/2020) kemarin.

Beberapa gebrakan dibuat dalam 100 hari mereka menjabat sebagai pemimpin bangsa.

Mulai dari rencana pemindahan ibu kota hingga menggagas Omnibus Law beberapa Undang-undang untuk meningkatkan investasi.

100 Hari Kerja Jokowi, Dinilai Berani, Satu Langkah Presiden Ini Dapat Pujian dari Fahri Hamzah

Ingin Bantu Jokowi, Fahri Hamzah Sebut Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet Sudah Kapok

Malunya Sri Mulyani Diledek Presiden Bank Dunia hingga Sakit Perut Gara-gara Janji Kampanye Jokowi

Virus Corona Ditetapkan Darurat Dunia, hingga Reaksi Presiden Jokowi Terhadap WNI di Hubei

Lantas, bagaimana gebrakan Jokowi-Ma'ruf dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia ( HAM) di masa 100 hari mereka bekerja?

Dalam 100 hari Pemerintahan Jokowi-Maruf, nyatanya masih muncul polemik terkait penegakan HAM.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved