Klinik Aborsi Ilegal Beromzet Rp 5,5 M Digerebek, Layani 1.632 Pasien dan Buang Janin di Septic Tank

Klinik Aborsi Ilegal Beromzet Rp 5,5 M Digerebek, Layani 1.632 Pasien dan Buang Janin di Septic Tank

Klinik Aborsi Ilegal Beromzet Rp 5,5 M Digerebek, Layani 1.632 Pasien dan Buang Janin di Septic Tank
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Klinik aborsi ilegal beromzet Rp 5,5 M digerebek polisi, pasien capai 1.632 orang dan buang janin di Septic Tank. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Merdeka Sirait dan Kepala bidang pelayanan kesehatan Dinkes DKI, Wening (paling kanan), saat konferensi pers, Jumat (14/2/2020). 

Klinik Aborsi Ilegal Beromzet Rp 5,5 M Digerebek, Layani 1.632 Pasien dan Buang Janin di Septic Tank

TRIBUNKALTIM.CO - Polisi berhasil membongkar praktik Klinik aborsi ilegal beromzet Rp 5,5 milar di Jalan Paseban Raya, Jakarta Pusat.

Fakta Klinik ilegal ini memiliki ribuan pasien yang kebanyakan perempuan dalam kondisi hamil di luar nikah.

Kisaran biaya aborsi ini dipatok mulai Rp 1 juta hingga Rp 15 juta tergantung usia janin. Janin akan dibuang di Septic Tank.

Polisi Pastikan Jasad Bayi yang Dikuburkan Dekat Sebuah Guest House di Samarinda Bukan Korban Aborsi

Dokter di Korsel Ini Hadapi Tuntutan, Gara-gara Salah Lakukan Aborsi Kepada Wanita Hamil

Selalu Ramai dan Sering Penuh, Warga Kaget Klinik Tempatnya Biasa Berobat Ternyata Layani Aborsi

Klinik Pengobatan Umum Diduga Jadi Lokasi Aborsi, Polisi Temukan Obat Mules dan Gumpalan Darah

Tercatat, 1.632 pasien telah mendatangi Klinik aborsi ilegal itu dan 903 pasien di antaranya menggugurkan janinnya.

WS (37), satu satu warga Paseban mengaku pernah melihat beberapa orang keluar-masuk di rumah tersebut.

Ia hanya tahu bahwa mereka datang untuk berobat.

"Kalau yang saya tahu mereka berobat, bilangnya. Ada yang pakai motor dan mobil," ucap WS, kepada TribunJakarta.com, di Jalan Paseban Raya, Jumat (14/2/2020).

"Mereka turun dari mobil biasanya memang langsung masuk ke rumah itu. Kebanyakan memang wanita," tambah WS.

Biasanya, WS mengatakan, rumah tersebut ramai didatangi pasien pada siang dan sore.

Halaman
1234
Penulis: Rahmad Taufiq
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved