Burung Ranggong
Usai Dievakuasi BKSDA Berau Burung Ranggong Bakal Dilepas ke Habitat Aslinya
Seekor Burung Ranggong jenis kengkareng hitam (Anthracoceros malayanus) berhasil dievakuasi BKSDA Berau.
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Seekor Burung Ranggong jenis kengkareng hitam (Anthracoceros malayanus) berhasil dievakuasi BKSDA Berau.
Usai dievakuasi dari pemiliknya yang tinggal di Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Burung tersebut dibawa kekantor BKSDA Berau.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) Kaltim wilayah kerja Berau Dheny Mardiono mengatakan,
nantinya satwa dilindungi itu akan dilepas ke habitat aslinya.
BACA JUGA
Presiden Joko Widodo Geram Soal Pengendapan Uang di Pemda , Walikota Balikpapan: Itu Wajar Saja
Warga Sempaja Keluhkan Aliran Air PDAM Sering Mati, Ini Penjelasan PDAM Samarinda
Sungai Segah di Berau Kembali Berubah Warna, Begini Penjelasan Bupati Muharram
Kepala Bandara Juwata Tarakan Ingin Tambah Rute Penerbangan Ajak Kembali Garuda Indonesia Beroperasi
"Sementara satwa dilindungi yang berhasil kita evakuasi dari warga ini akan disimpan di kantor dulu," katanya.
"Setelah kita lakukan berbagai tahapan kita akan lihat perkembangan akan akan dilepas ke habitat aslinya di alam liar hutan Kalimantan," tuturnya.
Sebelumnya, pemilik Burung Ranggong jenis kengkareng hitam (Anthracoceros malayanus) itu mengaku mendapatkan dengan cara dibeli dari seseorang.
Perempuan yang enggan disebut namanya itu membeli dan dipelihara hingga tiga bulan sebelum diserahkan ke BKSDA Berau.
Burung yang memiliki jenis paruh besar dan corak bulu hitam itu nampak jinak saat dievakuasi.
BACA JUGA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/burung-rangkong-yang-dipelihara-warga-di-gang-elang-21022020.jpg)