Breaking News:

Penertiban di Bantaran SKM

Nadira Berlutut di RDP DPRD Samarinda dan Warga Sungai Karang Mumus, Memohon Pemkot Adakan Relokasi

Pertemuan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) menghadapkan perwakilan warga yang tinggal di bantaran Sungai Karang Mumus ( SKM ) Pasar Segiri

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Pertemuan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) menghadapkan perwakilan warga yang tinggal di bantaran Sungai Karang Mumus ( SKM ) Pasar Segiri dengan Pemkot Samarinda dan DPRD Samarinda, di gedung ruang rapat utama DPRD Samarinda pada Kamis (9/7/2020). Nadira berlutut di RDP DPRD Samarinda soal pembongkaran bangunan di bantaran Sungai Karang Mumus. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pertemuan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) menghadapkan perwakilan warga yang tinggal di bantaran Sungai Karang Mumus ( SKM ) Pasar Segiri dengan Pemkot Samarinda dan DPRD Samarinda, di gedung ruang rapat utama DPRD Samarinda pada Kamis (9/7/2020).

Pantauan TribunKaltim.co, dari puluhan warga yang hadir, hanya tiga orang yang diperbolehkan untuk berbicara.

Yaitu yang diwakili oleh Forum Komunikasi masyarakat Pasar Segiri Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur untuk menyampaikan kegelisahan.

Nadira (47) salah satu warga bantaran SKM Pasar Segiri, ia bercerita singkat tentang mengapa dia dan warga lainnya memilih bermukim di bantaran SKM yang ada di lingkungan pasar.

Baca Juga: DPRD Samarinda Gelar RDP Bersama Pemkot dan Perwakilan Masyarakat Bantaran SKM Pasar Segiri

"Orang tua saya dulunya adalah seorang pedagang yang memang berjualan di Pasar Segiri, hingga saat ini saya pun kemudian melanjutkan pekerjaan orang tua saya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga," ucapnya.

Wanita memakai pita merah yang diikat dilengan sebelah kiri sebagai simbol menandakan bahwa dirinya adalah warga asli di sana.

Menyebutkan, dirinya tidak mempunyai pilihan lain selain menetap di bantaran SKM Pasar Segiri, kerasnya kehidupan dan mahalnya biaya kebutuhan hidup menjadi alasan dirinya beserta keluarganya puluhan tahun menetap di kawasan Pasar Segiri Kota Samarinda.

"Pekerjaan kami hanya berdagang, mendapatkan untung puluhan ribu saja saya sudah bersyukur karena bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari," ucapnya.

Satpol PP Hanya Tandai 7 Rumah Warga SKM Samarinda yang Telah Terima Uang Pelunasan

Pembongkaran Permukiman di Bantaran Sungai Karang Mumus Samarinda 6 Juli 2020 Ditunda

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Akui Sungai Karang Mumus yang Membelah Samarinda Sudah Terlalu Dangkal

"Bagaimana mungkin saya bisa menabung untuk membangun rumah. Makanya saya tidak ada pilihan lain selain menetap di bangunan yang saya tempati sekarang bersama anak-anak saya," ucapnya sembari mengusap air matanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved