Breaking News:

Virus Corona di PPU

Dinas Kesehatan PPU Datangkan 6.500 Alat Rapid Test, Pemeriksaan Akan Sasar Instansi Layanan Publik

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya menekan penularan wabah Virus Corona ( covid-19 ) agar tidak semakin menyebar

TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Kepala Dinas Kesehatan PPU, dr Arnold Wayong mengatakan, kedatangan 6.500 alat rapid test nantinya akan digunakan untuk pemeriksaan kepada instansi-instansi yang berhubungan langsung dengan masyarakat. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya menekan penularan wabah Virus Corona ( covid-19 ) agar tidak semakin menyebar.

Saat ini, Pemkab melalui Dinas Kesehatan PPU telah mendatangkan sebanyak 6.500 unit alat rapid test.

Kepala Dinas Kesehatan PPU, dr Arnold Wayong mengatakan, kedatangan alat rapid test tersebut nantinya akan digunakan untuk pemeriksaan kepada instansi-instansi yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

"Diperiksa menurut urutannya, misal SKPD yang berhubungan langsung dengan masyarakat," ucap Arnold, Minggu (13/7/2020).

Diketahui sebelumnya, pemeriksaan rapid test massal sudah dilaksanakan di beberapa lokasi, yakni di Disdukcapil. Sebanyak 50 pegawai telah melakukan rapid test dengan hasil nonreaktif.

Baca juga: Ini Fakta Unik Lobster, Dahulu Jadi Makanan Orang Miskin dan Narapidana, Sekarang Harganya Mahal

Baca juga: Hindari Minum Kopi hingga Akupunktur, Ini Cara Mengatasi Tubuh Terlalu Mudah Kebelet Pipis

Selain itu, sebanyak100 lebih pelajar telah mengajukan permohonan rapid test di masing-masing puskesmas kecamatan di PPU.

"Diperiksa (rapid test) menurut tanggalnya, mereka masuk kapan supaya berlaku rapid test-nya itu lebih 50 persen dari yang mengajukan untuk diperiksa di masing-masing puskemas," ujarnya.

Kemudian untuk pekan depan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 akan melakukan rapid test massal di tempat pelayanan publik, seperti puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan desa.

"Kita mulai dari ASN dan perangkat, baru nanti meluas ke masyarakat banyak, seperti pasar," ucapnya. (*)

Baca juga: Pakar Beber Dampak Serius Istilah New Normal Terhadap Kasus Covid-19, Achmad Yurianto Akui Salah

Baca juga: Kasus Baru Virus Corona Ditandai Jokowi, Anies Baswedan Lempar Kesalahan ke Warga Jakarta?

Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved