Breaking News:

Trending Hutan Terakhir Kalimantan, Fakta: dari Ketua Adat Laman Kinipan Ditangkap hingga Ada Petisi

Jadi trending topic di Twitter hari ini, Kamis 27 Agustus 2020, ini sejumlah fakta yang terjadi dari Ketua Adat Laman Kinipan ditangkap hingga petisi

Tangkap layar laman change.org
Petisi di laman change.org. Jadi trending topic di Twitter hari ini, Kamis 27 Agustus 2020, ini sejumlah fakta yang terjadi dari Ketua Adat Laman Kinipan ditangkap hingga muncul petisi online 

TRIBUNKALTIM.CO - Jadi trending topic di Twitter hari ini, Kamis 27 Agustus 2020, ini sejumlah fakta yang terjadi dari Ketua Adat Laman Kinipan ditangkap hingga muncul petisi online

Hari ini, Kamis 27 Agustus 2020 media sosial Twitter diwarnai trending topic Hutan Terakhir Kalimantan, berikut ini sejumlah fakta yang terjadi.

Trending topic Twitter Hutan Terakhir Kalimantan ini terkait dengan munculnya petisi online di laman change.org yang mendesak penghentian operasi perusahaan sawit PT SML di Hutan Adat Laman Kinipan, Lamandau, Kalimantan Tengah.

Dalam petisi di laman Change.org yang dibuat Jaga Rimba, disebutkan bahwa pohon-pohon bertumbangan di wilayah adat Laman Kinipan karena dibabat PT SML untuk diubah menjadi kebun sawit.

"Seluruh perizinan operasi untuk PT SML diterbitkan tanpa sedikitpun melibatkan Masyarakat Adat Laman Kinipan sebagai pemilik wilayah adat," tulis inisiator petisi.

Melakukan pemetaan partisipatif wilayah adat, menggelar aksi di depan kantor DPRD Kab. Lamandau, hingga menuju Jakarta untuk mendatangi Kantor Staf Presiden.

"Semuanya tak kunjung memberikan hasil. Hingga kini, pohon-pohon bertumbangan di wilayah adat Laman Kinipan karena dibabat PT SML untuk diubah menjadi kebun sawit," ungkap sumber yang sama.

Hal ini tak lepas dari mandegnya amanat konstitusi Pasal 18B UUD 1945 tentang pengakuan, perlindungan dan pemenuhan Hak-hak Masyarakat Adat. 

Draft Rancangan Undang-undang Masyarakat Adat yang mulai diusulkan sejak 2006 hingga kini belum jelas nasibnya.

"Akibat langsungnya adalah perampasan wilayah adat seperti yang menimpa Masyarakat Adat Laman Kinipan di tahun 2015, melalui SK Pelepasan Sebagian Kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi No. 1/1/PKH/PMDN/2015 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," tulis keterangan di laman tersebut.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved