Sabtu, 2 Mei 2026

Bantah Terima Uang dari Djoko Tjandra, Mata Irjen Napoleon Bonaparte Berkaca-kaca

Seusai pemeriksaan, mata Irjen Napoleon Bonaparte berkaca-kaca, ia membantah menerima uang dari Djoko Tjandra.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020). Seusai pemeriksaan, mata Irjen Napoleon Bonaparte berkaca-kaca, ia membantah menerima uang dari Djoko Tjandra. 

TRIBUNKALTIM.CO - Seusai pemeriksaan, mata Irjen Napoleon Bonaparte berkaca-kaca, ia membantah menerima uang dari Djoko Tjandra

Kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra terus diselidiki polisi termasuk soal adanya aliran dana atau suap ke jenderal polisi.

Salah satu yang diduga terima suap dari Djoko Tjandra adalah Irjen Pol Napoleon Bonaparte, mantan Kadiv Hubinter Polri.

Sudah dua hari berturut-turut Napoleon diperiksa penyidik Bareskrim Polri terkait kasus tersebut. Jumat (28/8/2020) kemarin ia kembali memenuhi panggilan penyidik.

Ia tiba didampingi kedua pengacaranya, yakni Gunawan Raka dan Puri Maya Rumanti untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus red notice Djoko Tjandra tersebut.

Usai diperiksa, wajah Napoleon tampak muram.

Matanya juga terlihat berkaca-kaca.

Di hadapan awak media, Napoleon kemudian secara terbuka membantah semua tudingan yang menjeratnya dalam kasus Djoko Tjandra.

Napoleon memastikan dirinya masih memiliki integritas sebagai anggota Polri. Ia pun meminta semua pihak agar tidak meragukan loyalitasnya ke Polri.

"Saya hari ini akan meyampaikan pesan kepada siapapun yang masih meragukan integritas saya, bahwa saya berjanji dan memastikan bahwa sebagai perwira tinggi Polri saya bertanggung jawab mengikuti proses penyelidikan ini dengan bersifat kooperatif," kata Napoleon di Bareskrim Polri, Jakarta.

Napoleon juga mengatakan bahwa kasus ini tidak akan membuatnya mundur dan akan setia kepada Polri, termasuk kepada pimpinan Polri yang tengah menjabat.

"Saya tetap setia terhadap Polri dan pimpinannya," ujarnya.

Usai memberikan pernyataan tersebut, Napoleon yang tampak menggunakan seragam lengkap korps Bhayangkara itu langsung berlalu pergi dan masuk menuju mobil dinasnya berwarna hitam.

 Buruan Cek Nama di BPJS Ketenagakerjaan, BLT Tahap II Segera Dicairkan, Data Diserahkan ke Kemnaker

 Kuota Gratis Kemendikbud 35 GB Untuk siswa dan 42 GB Untuk Guru, Berikut Cara Mendapatkannya

Ia tidak berkenan menanggapi terkait materi dari penyidikan yang dilakukan oleh polri.

Kuasa hukum Napoleon, Putri Maya Rumanti mengatakan, dalam pemeriksaan kemarin kliennya dicecar 40 pertanyaan terkait kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

"Sekitar 30 sampai 40 pertanyaan. Nggak terlalu banyak juga," kata Putri.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved