Minggu, 3 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Anggaran Covid-19 Diprediksi Habis Bulan Februari, DPRD Balikpapan Buka Peluang Refocusing

DPRD Kota Balikpapan membuka kemungkinan untuk kembali melakukan refocusing anggaran.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Subari.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- DPRD Kota Balikpapan membuka kemungkinan untuk kembali melakukan refocusing anggaran.

Khususnya dalam membiayai program penanganan covid-19, mengingat kasus positif kembali meningkat di awal tahun 2021.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Subari, memberi alternatif untuk merefocusing anggaran jika yang tersedia tak cukup.

Baca juga: Tak Bisa Lagi Pilah Klaster, Lonjakan Kasus Covid-19 di Balikpapan Efek Libur Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Hampir Setahun Pria di Samarinda Berbuat Asusila Terhadap Anak Tiri, Korban Selalu Diancam

"Solusinya kalau yang sudah dianggarkan belum cukup, mungkin ada anggaran yang belum prioritas, bisa digeser (refocusing),” ujarnya.

Politisi PKS itu berujar, ketersediaan anggaran yang telah dialokasi dinilai tak mencukupi untuk membiayai penanganan covid-19.

Pasalnya, pada APBD tahun 2021, pemerintah kota bersama DPRD hanya menyiapkan anggaran covid-19 sebesar Rp 40 miliar.

Baca juga: Terlindas Truk Sampah Milik DKPP Balikpapan, Pengendara Motor Tewas Seketika

Baca juga: Hari Ini Balikpapan Jalankan PPKM, Jam Malam Berlaku Mulai Pukul 22.00, Pelanggar Terancam Sanksi

Baca juga: Kasus Covid-19 di Balikpapan Semakin Tinggi, Catat Kasus Kematian Terbanyak Pertama Kali

"Dulu hanya dua digit sekarang sudah tiga digit kasusnya. Tentu itu akan menguras anggaran yang ada di Dinas Kesehatan,” katanya.

Subari mengatakan, kondisi ini membuat DPRD akan menyampaiman kepada walikota untuk membahas ulang ketersediaan anggaran covid-19.

Legislatif mengusulkan agar dilakukan pembahasan kembali anggaran yang sudah ada untuk pengalokasian program penanggulangan.

Sehingga harus dilakukan revisi terhadap anggaran yang sudah dialokasikan. Yang biasa diambil dari Dana Tidak Terduga (DTT).

Baca juga: PPKM Berlaku di Balikpapan, Ketua DPRD Abdulloh: Tak Perlu Ada Bansos

Baca juga: Pemkot Bontang Resmi Terapkan PPKM, Dimulai 18 Hingga 31 Januari 2021, Begini Skemanya

"DTT yang disiapkan Rp 15 miliar. Dari laporan dinas kesehatan, anggaran Rp 25 miliar yang ada, diprediksi hanya tahan untuk dua bulan,” jelasnya.

Menurut Subari, pemerintah harus segera mengambil langkah dalam menyikapi perkembangan kasus covid-19.

Apalagi saat ini pemerintah kota Balikpapan juga melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Bisa jadi nanti refocusing, karena kita belum tahu perkembangan covid-19 seperti apa. Sementara anggaran di dinas kesehatan kemungkinan Februari sudah habis," pungkasnya.

(TribunKaltim.co/ Miftah Aulia)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved