Breaking News:

Opini

Kebijakan PPKM Skala Mikro, Peran Polri Ikut Pengawasan hingga RT

PPKM Mikro tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 yang ditunjukkan kepada kepala daerah.

HO
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur, Sumarsono 

UPAYA Pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan, diantaranya menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro yang berlangsung mulai 9 Februari 2021.

Kebijakan PPKM Mikro merupakan kelanjutan dari PPKM yang berlangsung hampir satu bulan di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia, khususnya Jawa dan Bali. Penggantian kebijakan tersebut dilakukan setelah Presiden Joko Widodo menilai PPKM tak efektif menekan lonjakan kasus Covid-19.

Terima SMS dari Ahok, Permintaan Walikota Balikpapan Minta Penambahan Fasilitas RSPB Dipenuhi

Juru Mudi yang Nekat Lompat di Sungai Mahakam Samarinda Ditemukan Meninggal, Satu Orang Masih Dicari

Meski terkesan sama, namun PPKM dan PPKM Mikro memiliki sejumlah perbedaan yang signifikan, yakni PPKM Mikro lebih longgar dari PPKM pada beberapa sektor.

PPKM Mikro tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 yang ditunjukkan kepada kepala daerah, khususnya di Jawa dan Bali yang masuk daftar wilayah PPKM Mikro.

Meski demikian, sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Timur, diantaranya Kota Balikpapan ikut mengeluarkan kebijakan PPKM Mikro yang berlaku mulai Jumat, 12 Februari kemarin.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri, PPKM Mikro menyasar pada pembatasan kegiatan masyarakat secara terbatas berbasis di wilayah terkecil, mulai tingkat kelurahan/desa hingga RT.

Balikpapan segera Terapkan PPKM Mikro, Berlaku Selama 2 Minggu, Pasar dan Mal Tidak Tutup

Mulai Hari Ini PPKM Mikro Diterapkan di Balikpapan selama 2 Pekan, Kampung Zona Merah Jadi Prioritas

Apa saja pembatasan kegiatan masyarakat dalam PPKM Mikro?

Pada PPKM mikro, pekerja yang bekerja di kantor dibatasi 50 persen (work from office) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sedangkan sisanya bekerja dari rumah (work from home). Pusat perbelanjaan atau mal dan pasar boleh buka dengan jam operasi dibatasi hingg pukul 22.00 Wita.

Restoran, juga diperbolehkan buka dengan kapasitas makan di restoran atau dine in dibatasi maksimal 50 persen, dan hanya boleh buka hingga pukul 22.00 Wita.

Kapasitas rumah ibadah dibatasi maksimal 50 persen, sedangkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan protokol kesehatan. Kegiatan di fasilitas umum atau fasilitas sosial budaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan dihentikan sementara.

Halaman
1234
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved