Berita Paser Terkini
Dirazia, Oknum Pegawai PDAM Adu Argumen dengan Kabag Ops Polres Paser, Mengaku tak Takut Covid-19
Salah satu oknum pegawai PDAM Kabupaten Paser adu argumen dengan Kabag Ops Polres Paser Kompol Sarman.
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Salah satu oknum pegawai PDAM Kabupaten Paser adu argumen dengan Kabag Ops Polres Paser Kompol Sarman.
Peristiwa tersebut bermula, saat operasi Yustisi oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Paser di Jln. Kusuma Bangsa, KM 5, Tanah Grogot, hingga sore tadi.
Salah satu pengendara yang menggunakan mobil dinas berplat merah KT 8051 E, disebutkan Kompol Sarman sebagai pegawai PDAM, diberhentikan petugas karena tidak menggunakan masker.
Baca juga: Bupati Paser Yuriansyah Syarkawi Tutup Usia, Kronologinya Mengeluh Demam, Batuk dan Sesak
Baca juga: DPRD Desak Pemkot Bontang Segara Rampungkan Gedung Baru Pasar Citra Mas Lok Tuan, Sebelum Puasa
Saat diberhentikan, pengendara tersebut menyebutkan tidak takut Covid-19
"Saya percaya Corona ada, tapi saya tidak takut sama Corona pak," sebut pengendara berbaju putih tersebut.
Kompol Sarman menimpali pernyataan tersebut. Menurutnya bukan masalah masyarakat takut atau tidaknya.
"Masalah Corona ini sudah mendunia, makanya aparat siang malam ini turun untuk menyadarkan masyarakat seperti sampean, jalan tidak pakai masker, itu kita sadarkan supaya yang lain tidak mencontoh," ungkapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi Meninggal Dunia, Hasil PCR Belum Keluar
Baca juga: Banyak Calon Penerima Vaksin Sinovac Dosis Kedua di Kutim Mendadak Tensi Darahnya Tinggi
Sebelumnya, pengendara tersebut sudah membayar denda sebagai sanksi karena tidak menggunakan masker.
Ia menginginkan, jika aparat tidak hanya mengedukasi di masker saja melainkan yang lain juga.
"Kalau bisa pak, yang diedukasi jangan cuma masker pak, edukasi juga masyarakat untuk selalu olahraga," pintanya.
Lanjutnya, masyarakat perlu dikasih pelajaran untuk selalu menjaga kesehatan, pada kenyataannya masker saja yang selalu digembor-gembor begitu.
Dengan pernyataan tersebut, Kabag Ops Polres Paser menanggapi dengan suara meninggi.
"Memangnya harus lapor sampean, Pemerintah sudah ada jalurnya dimana-mana sudah disampaikan, tidak perlu kamu ajari, sosialisasi semua sudah disampaikan bertahun-tahun," tegas Kompol Sarman.
Baca juga: Tamat Jadi Walikota, Syaharie Jaang Digadang-gadang Maju di Pilgub Kaltim 2024, Begini Responsnya
Lebih lanjut Ia menjelaskan, masalah sosialisasi edukasi sudah sampai ke tingkat RT, hal itu dilakaukan untuk menyelamatkan warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/salah-satu-pegendara-yang-adu-argumen-dengan-kabag-ops-polres-paser-kompol-sarman.jpg)