Kamis, 9 April 2026

Virus Corona di Balikpapan

Targetkan Sebelum Pergantian Walikota, DPRD Balikpapan Tunggu Usulan Refocusing

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Balikpapan, menargetkan pembahasan refocusing anggaran penanganan Covid-19.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Balikpapan, Syukri Wahid. TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Balikpapan, menargetkan pembahasan refocusing anggaran penanganan Covid-19 dilakukan segera mungkin.

Badan legislatif itu menargetkan refocusing anggaran bisa selesai dalam waktu dekat, sebelum pergantian masa jabatan Walikota Balikpapan.

Pemerintah kota pun diminta agar segera menyerahkan proposal pengajuan refocusing anggaran.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Balikpapan, Syukri Wahid.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Satgas Covid-19 Balikpapan Buka Loket di Mal Pelayanan Publik

Baca juga: Tolak Vaksinasi Covid-19, Siap-siap! Izin Sewa Lapak Pedagang Pasar di Balikpapan Bakal Dicabut

"Belum ada proposal yang diajukan terkait usulan besaran dana yang akan direfocusing,” kata Syukri.

Politisi PKS itu mengatakan, saat ini sudah ada komunikasi antara pemerintah kota bersama legislatif.

Terkait rencana pelaksanaan refocusing APBD 2021, untuk membiayai program penanganan Covid-19.

Namun, pihaknya belum menerima proposal dari pemerintah kota sebagai usulan untuk rencana refocusing anggaran tersebut.

Baca juga: Ikuti Vaksinasi Covid-19, Kepala Rutan Tanjung Redeb Berau Mengaku tak Ada Efek Samping

Baca juga: Ratusan Pedagang Pandansari Divaksin Covid-19, Tiga Pasar di Balikpapan Ini Masuk Tahap Berikut

"Memang sudah ada komunikasi antara pihak DPRD dengan Pemerintah Kota terkait rencana refocusing anggaran tapi belum ada proposal masuk," terangnya.

Syukri berharap, pemerintah kota dapat segera memasukkan usulan pengajuan refocusing tersebut.

Sebab, penanganan Covid-19 di Balikpapan saat ini masih mengandalkan penggunaan anggaran Dana Tidak Terduga (DTT).

Baca juga: Sistem Internet Aman, Vaksinasi Covid-19 di Kutim Berjalan Lancar

Baca juga: TERKUAK Kondisi Terkini Tante Ernie Pemersatu Bangsa saat Terpapar Covid-19, Kini Cuma Bisa Pasrah

Adapun besaran DTT tersebut senilai Rp 23 miliar yang dialokasikan melalui Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.

Dana tersebut juga telah dipergunakan dalam kegiatan vaksinasi yang saat ini sedang berjalan, sebesar Rp 5 miliar.

“Saat ini karena memang belum ada proposal pengajuan untuk pelaksanaan refocusing, kita masih berpegang pada DTT," tandasnya.

Penulis Miftah Anggraini | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved