Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Dinas ESDM Kaltim tak Keluarkan Izin, Dugaan Pertambangan Ilegal di Samarinda Semakin Kuat

Satu lagi titik aktivitas yang diduga melakukan aktivitas penambangan ilegal di Utara Samarinda juga terus menjadi perbincangan, selain area makam.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
Lokasi diduga tambang ilegal Jalan Sukorejo RT 42, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Satu lagi titik aktivitas yang diduga melakukan aktivitas penambangan ilegal di Utara Samarinda juga terus menjadi perbincangan, selain area makam Covid-19.

Jalan Sukorejo RT 42, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, disinyalir warga.

Ketua RT dan Camat Samarinda Utara dalam pemberitaan sebelumnya sempat tegas menyampaikan aktivitas ini tanpa izin.

Baca juga: NEWS VIDEO Aktor Penambang Ilegal Batu Bara di Area Pemakaman Covid-19 Samarinda Ditangkap

Pematangan lahan menjadi alasan yang sering kali menjadi tameng dalam kegiatan penambangan ilegal. 

Dikonfirmasi Tribunkaltim.co, melalui sambungan telpon seluler, Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas ESDM Kaltim, Azwar Busra menjelaskan kegiatan pengerukan batu bara di Jalan Sukorejo RT 42 tidak memiliki IUPK. 

Bahkan dirinya menegaskan jika IUPK tak pernah diterbitkan di kawasan Samarinda Utara. 

Perihal pengangkutan batu bara yang ditemukan saat pengerjaan aktivitas pematangan lahan bisa saja dilakukan, lanjut Azwar Busra.

Hal ini tertuang pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. 

Hanya, pihaknya pasti melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait ada tidaknya izin pematangan lahan yang dikantongi.

Baca juga: Khawatir Jembatan Dondang Runtuh, Komisi III Minta Tongkang Batu Bara Penabrak Bertanggung Jawab

"Izin memang di pusat semua sekarang. Tetapi dari dulu sampai selama ini belum pernah keluarkan IUPK untuk batu bara yang timbul dari aktivitas pematangan lahan. Belum pernah keluar," tegasnya, Minggu (14/3/2021). 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved